Penggurus DPD Apkasindo Kabupaten Sanggau Periode 2020-2025 Resmi Dilantik

Mantan Wakil Ketua DPRD Sanggau itu menjelaskan, Apkasindo adalah wadah pemersatu petani kelapa sawit Indonesia

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
Istimewa/dok.Panitia Musda Apkasindo
Penyerahan bendera pataka Apkasindo Kabupaten Sanggau dari Ketua DPW Apkasindo Kalbar kepada Ketua Apkasindo Kabupaten Sanggau, Usman di Wisma Tabor, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Senin (20/1/2020) sore. 

SANGGAU - Penggurus DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Sanggau periode 2020-2025 resmi dilantik oleh Ketua DPW Apkasindo Kalbar di Wisma Tabor, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Senin (20/1/2020) sore.

Sebelumnya pagi hingga siang hari digelar Musyawarah Daerah (Musda) di Wisma Tabor.

Adapun Penggurus Apkasindo Kabupaten Sanggau adalah sebagai Ketua Apkasindo Kabupaten Sanggau Usman, Sekretaris Apkasindo Sanggau, Ronal Risakotta, Bendahara Apkasindo Sanggau, Maria ana.

"Semoga penggurus bisa berkerjasama, selalu kompak dalam tim dan tetap solit untuk kedepannya, "kata Ketua Apkasindo Kabupaten Sanggau, Usman SSos, MSi melalui telpon selulernya, Selasa (21/1/2020).

Apkasindo Dorong Petani Kelapa Sawit di Kalbar Miliki Pabrik Mini

Mantan Wakil Ketua DPRD Sanggau itu menjelaskan, Apkasindo adalah wadah pemersatu petani kelapa sawit Indonesia dalam rangka menguatkan ekonomi, agar tercapai kesejahteraan petani lelapa sawit secara merata.

Sebelumnya, Usman menyampaikan, Apkasindo adalah mitra pemerintah untuk menjembatani petani kelapa sawit yang ada di Indonesia khususnya Kabupaten Sanggau.

"Terkait dengan perkembangan dan kemajuan petani kelapa sawit itu sendiri, "katanya dalam sambutanya saat Musda Apkasindo Kabupaten Sanggau.

Ia menambahkan, Menurut AD/ART Apkasindo, tujuanya adalah ingin mempersatukan seluruh petani kelapa sawit dalam rangka menguatkan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan petani kelapa sawit secara adil dan merata.

"Itu salah satu tujuan dari Apkasindo. Mudah-mudahan keberadaan Apkasindo di Kabupaten Sanggau bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan oleh Apkasindo sebelumnya di Kabupaten Sanggau ini, "ujarnya.

"Kebetulan saya juga adalah petani kelapa sawit. Yang saya rasakan, saya menjadi petani sawit swadaya, yang pertama adalah terkait dengan sertifikasi tanah. Menurut saya sertifikasi tanah untuk petani kelapa sawit mandiri memang harus ada. Makanya hari ini juga kami mengundang pihak BPN, karena ketika tanah tak ada statusnya memang agak susah kita berbuat lebih banyak, "tambahnya.

Apalagi, lanjut Usman, kedepan bahwa sertifikasi Indonsian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang harus dimiliki petani pekebun sawit swadaya harus ada. Jika tidak ada kita kesulitan untuk menjual Tandan Buah Segar (TBS).

"Harapan kita kedepan keberadaan Apkasindo di Kabupaten Sanggau ini supaya petani bisa bergabung dengan Apkasindo. Kita bersama-sama memperjuangkan hak-hak petani terkait dengan sertifikasi tanah dan yang berkaitan lainya,"ujarnya.

Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Samuel berharap agar ketua dan semua penggurus DPD Apkasindo Kabupaten Sanggau menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam menjalankan program kerja Apkasindo kedepan. "Apkasindo dibentuk oleh Dirjenbun dengan tujuan yaitu untuk mensejahterakan petani. Itu salah satunya, "ujarnya

Selain itu, Ia juga berharap Apkasindo juga bisa berkerjasama yang baik dengan pemerintah Kabupaten Sanggau.

Dalam kesempatan ini juga, ia menjelaskan rencana kerja Apkasindo selama lima tahun kedepan, program kerjanya dibagi menjadi tiga bagian. Pertama penguatan kelembagaan, kita akan menyelenggarakan Musda disemua Kabupaten.

"Setelah itu kita akan membentuk penggurus unit. Selanjutnya Apkasindo akan mendata petani kelapa sawit di daerah masing-masing untuk seluruh Kabupaten dan se-Provinsi Kalbar.
Kemudian, juga membuat kartu tanda anggota semua anggota daripada Apkasindo, "jelasnya.

Sementara itu, Kabid Perkebunan Dan Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Stefanus menyampaikan, Pemerintah mendukung penuh keberadaan Apkasindo untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan regulasi-regulasi yang berkaitan dengan kelapa sawit.

"Sebagai informasi kami sampaikan bahwa peremajaan kelapa sawit secara nasional dimulai pada tahun 2017 sampai 2018. Pertama di mulai di Sumatra kemudian di Kabupaten Sanggau peremajaan kelapa sawit di mulai tahun 2019, "ujarnya.

Program nasional ini yang kita kenal dengan Program Peremahaan Sawit Rakyat (PSR) yaitu petani swadaya dan plasma. Untuk melengkapi dokumen-dokumen ini, selama ini berkerjasama dengan KUD dengan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

"Tapi kami sangat menyambut baik kehadiran Apkasindo ini bisa membantu dalam melengkapi dokumen-dokumen ini termasuk memfasilitasi apabila ada pihak bank yang bersedia mendukung program ini, "ujarnya.

Dalam program ini disarankan masyarakat atau peserta PSR ini, jika membutuhkan dana tambahan atau shring, bisa meminjam ke Bank.

Hadir dalam Pembukaan musda, Kabid Perkebunan dan Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Stefanus, Perwakilan dari BPN Sanggau, Anggota DPRD Sanggau, Yeremias Marsilinus, Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Samuel, Perwakikan Camat Parindu, Kades Pusat Damai, GAPKI, SPKS, penggurus Apkasindo Sanggau, Asuransi Generali, Yamaha, dan undangan lainya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved