Musim Penghujan, Dinkes Kapuas Hulu Gencar Cegah DBD
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Herberia Karosekali menyatakan, program Jumantik
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Madrosid
KAPUAS HULU - Musim penghujan seperti ini, rawan akan terjadi demam berdarah dengue (DBD), maka dengan ini Dinas Kesehatan Kapuas Hulu gencar melaksanakan program Juru Pemantau Jentik (Jumatik) untuk mencegah sebaran penyakit DBD tersebut.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Herberia Karosekali menyatakan, program Jumantik ini diharapkan mampu menekan sebaran penyakit DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
"Kita tau bersama bahwa, timbulnya wabah DBD salah satunya, dipengaruhi faktor peralihan musim dari kemarau ke hujan. Penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada musim hujan ini DBD," ujarnya, Selasa (21/1/2020).
• Kasus DBD di Kalbar Tahun 2019 Mencapai 2783 Kasus dan 21 Meninggal
Herberia menjelaskan, kalau DBD saat ini masih saja terjadi di sejumlah wilayah kecamatan Kapuas Hulu, diantaranya seperti kecamatan Batang Lupar, Kecamatan Badau, dan Kecamatan Empanang.
"Di tiga kecamatan itu sendiri sudah ada laporan kalau masyarakat disana ada terserang DBD," ucapnya.
Informasi terakhir, kata Herberia korban terkena penyakit DBD akibat gigitan nyamuk, sudah dibawa ke rumah sakit setempat dan kondisi sudah sembuh.
"Petugas kesehatan terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan, salah satunya melalui fogging," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petugas-fogging-sambas.jpg)