Breaking News:

Imlek

Pedagang Singkawang Terbantu Sidak Pemerintah Jelang Imlek dan Cap Go Meh

Gak tahu kenapa bisa naik, barang datang mahal kita jual mahal, datang murah kita jual murah

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRiSTO SEBASTIANUS MELANO
Dinas Perindustrian, Perdagangan, koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Singkawang bersama Dinas Kesehatan, Satgas Pangan dan Sat Pol PP melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Beringin, Jalan GM Situt, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (20/1/2020). 

SINGKAWANG - Dinas Perindustrian, Perdagangan, koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Singkawang bersama Dinas Kesehatan, Satgas Pangan dan Sat Pol PP melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Beringin dan Pasar Alianyang Kota Singkawang, Senin (20/1/2020).

Sidak yang dilakukan menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang untuk memastikan tidak ada barang kedaluarsa maupun bahan berbahaya pada sejumlah produk makanan dan minuman yang dijual pedagang.

Satu di antara pedagang, Kim Hin (65) merasa terbantu dengan adanya monitoring produk makanan dan minuman dari Pemkot Singkawang karena bisa cepat tahu bila ada produk yang kedaluarsa.

Dukung Lomba Burung Berkicau se-Kalbar, Maria Lestari: Ajang Silaturahmi Para Pecinta Burung

"Kita pun terbantu juga, teliti dengan barang-barangnya," katanya.

Ia mengaku tak merasa terganggu dan mendukung langkah pemerintah dalam melakukan pemantauan produk menjelang Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang.

Beberapa produk bahan pembuatan kue paling banyak dicari oleh pembeli di antaranya telur dan gula. Meski banyak yang mencari ia memastikan stok cukup untuk memenuhi permintaan.

Saat ini harga bawang merah mulai turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu perkilo. Telur belum ada perubahan masih Rp 25 ribu per kilogram. Sementara gula pasir naik menjadi Rp 14 ribu dimana sebelumnya Rp 12.500 perkilo.

"Gak tahu kenapa bisa naik, barang datang mahal kita jual mahal, datang murah kita jual murah," tuturnya.

Derita Stroke Ringan, Sarkawi Selamat dari Api Setelah Pintu Kamar Didobrak Warga

Hal senada dikatakan pedagang lainnya, Lusiana (36) mendukung langkah pemerintah melakukan pemantauan produk makanan dan minuman.

"Jadi tahu mana barang yang kedaluarsa dan bahan beracun setelah dikasi tahu," katanya.

Ia pun diingatkan agar tidak menerima titipan barang yang tidak memiliki label dari Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mencegah produk berbahaya dan kedaluarsa.

"Kata mereka kalau ada orang titip barang tidak ada Diskes jangan diterima," tutup Kim Hin.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved