Pajak Naik, Penangkar Keluh Harga Jual Ikan Arwana Murah
Sekarang harga jual ikan arwana masih turun di Kapuas Hulu, hingga perekonomian masyarakat sedikit lesu,
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
KAPUAS HULU - Salah satu penangkar Ikan Arwana Super Reed di Kecamatan Putussibau Selatan, Saptril menyatakan kalau dirinya pernah membaca berita kalau Pemerintah Provinsi Kalbar telah menaikkan biaya pajak ekspor ikan arwana super red.
"Kalau saya sih memang belum pernah jual ikan arwana super red sampai ke luar Kalbar ataupun luar negeri. Cukup bermain di dalam lokal Kapuas Hulu saja," ujarnya kepada Tribun, Senin (20/1/2020).
Tapi menurutnya, sangat terpengaruh dengan harga jual akibat dari mahalnya pajak tersebut.
• Arwana Super Red Kena Pajak Ekspor, Bupati Keluhkan Belum Ada Kontribusi di Daerah
Ssatu skor ikan arwana super red di atas Rp 2 juta lebih, turun harga atau murah hingga mencapai Rp 1 juta lebih.
"Sekarang harga jual ikan arwana masih turun di Kapuas Hulu, hingga perekonomian masyarakat sedikit lesu, apalagi sektor lainnya seperti perkebunan getah karet dan daun kratom semua sudah murah," ucapnya.
Terkait masalah hasil bagi pajak di Kapuas Hulu, Saptril menyatakan dirinya mendukung asalkan harga ikan arwana super red mencapai di atas Rp 2 juta per ekor.
"Kalau pajak naik, sementara harga jual rendang sama juga bunuh kami," ungkapnya.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: