Liga 1
Total Berbenah, Persija Jakarta Segera Meluncur di Bursa Saham dan Yakin Lampaui Bali United
Sejumlah gebrakan sudah dilakukan seperti mendatangkan pemain-pemain bintang dan merestrukturisasi jajaran manajemen.
Manajemen Persija Jakarta percaya diri timnya bakal sukses melantai di bursa saham alias Initial Public Offering (IPO).
Sejumlah gebrakan sudah dilakukan seperti mendatangkan pemain-pemain bintang dan merestrukturisasi jajaran manajemen.
Sejauh ini Persija sudah merekrut Alfath Fathier, Otavio Dutra, Evan Dimas, Rafli Mursalim, dan Marco Motta.
Sementara itu, Ferry Paulus dan Ardhi Tjahjoko digeser menjadi Direktur Olahraga dan Penasihat tim.
• Persija Kirim Pemain Terbanyak Pilihan Shin Tae-yong dari Daftar 28 Nama Timnas U-19 Indonesia
• Markas Sriwijaya FC & Bali United Cuma Cadangan, Ini 6 Stadion Piala Dunia U-20 Usulan PSSI
Jabatan Presiden kemudian diberikan kepada Mohamad Prapanca, sedangkan posisi manajer dipercayakan kepada legenda Persija, Bambang Pamungkas.
Dengan kehadiran pemain-pemain berkelas dan perombakan jajaran manajemen, Persija bertekad menunjukkan ambisi serius mereka untuk terjun ke bursa saham.
Dengan segala nama besar klub dan dukungan fanatik The Jakmania, Persija yakin memiliki segala-galanya untuk bisa sukses.
Bahkan mereka juga yakin bakal melebihi Bali United yang sudah lebih dulu IPO pada Juni 2019.
"Memang Bali United lebih dulu. Tetapi value Persija sangat luar biasa, besar sekali," kata Ferry Paulus kepada wartawan.
"Karena kami adalah salah satu pendiri PSSI, pendiri sepak bola Indonesia. Kemudian Persija punya suporter sangat besar," ujarnya menambahkan.
• MARCO Motta Bek Anyar Persija Jakarta Eks Juventus & AS Roma Trending di Twitter, Berikut Profilnya
"Kami sangat optimistis bahwa IPO kami akan jauh lebih sukses dibandingkan dengan klub Indonesia lainnya," katanya lagi.
Sebenarnya, rencana ini sudah lama digaungkan manajemen Persija sebelum bergulirnya Liga 1 2019.
Hanya saja, justru Bali United yang terkesan sunyi soal rencana ini yang lebih dulu mendahului rencana Persija.
Namun Ferry Paulus punya alasan, timnya akan mencari momen yang tepat untuk mengambil keputusan IPO.
"Sepemahaman saya, IPO bisa terpengaruh isu ekonomi yang beredar. Contoh isu ramai saat ini seperti (kasus korupsi) Jiwasraya dan Asabri," tutur Ferry Paulus.