BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Ada 1.353 Kasus Klaim Program JKK

Dengan kasus mencapai 1.353 adapun jumlah angka kemanfaatan yang harus dibayarkan sebesar Rp25,2 miliar lebih.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Ada 1.353 Kasus Klaim Program JKK
Tribunpontianak.co.id/Anggita Putri
Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Sonny Agus Dwiarso saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (16/1/2020). 

PONTIANAK - Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Sonny Agus Dwiarso mengatakan selama 2019 khusus di cabang Pontianak ada 1.353 kasus klaim program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Dengan kasus mencapai 1.353 adapun jumlah angka kemanfaatan yang harus dibayarkan sebesar Rp25,2 miliar lebih.

Ia menjelaskan untuk rentang perlindungan JKK ini adalah pada saat peserta mulai meninggalkan tempat tinggal atau domisil, lalu di perjalanan menuju lokasi kerja, saat melakukan aktivitas kerja sampai selesai dan saat pulang kembali ke domisili atau rumah pekerja.

"Jadi jika di rentang waktu tersebut terjadi resiko, masuk dalam JKK. Sementara jika pekerja diperintah secara resmi dari waktu yang normal, seperti lembur dan perjalanan dinas, sepanjang dibuktikan dengan surat dinas, ketika terjadi resiko juga masuk dalam jaminan," ujarnya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (16/1/2020).

Pentingnya Keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Sementara untuk iuran per bulan dari program JKK, dilihat dari resiko pekerjaan di masing-masing perusahaan.

" Angka angsuran terendah bisa hanya 0,24 persen dari upah peserta di perusahaan atau sampai yang tertinggi 1,74 persen. Jadi memang besarannya (iuran) sesuai dengan resiko pekerjaan di mana peserta itu bekerja," pungkasnya. 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved