Sebulan Hilang, Ruslan Ditemukan Tinggal Kerangka
Temuan itu pun membuat warga sekitar geger dengan mendatangi lokas kejadian.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Septi Dwi Sabrina
TRIBUINPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Setelah dilaporkan hilang sebulan lalu, akhirnya Ruslan Ali (76) ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di dalam semak-semak belukar hutan di Dusun Parit Bunga Baru, Desa Madu Sari, Kubu Raya, Selasa (14/1/2019). Temuan itu pun membuat warga sekitar geger dengan mendatangi lokas kejadian..
Jajaran Polres Kubu Raya, Polsek Sungai Raya beserta tim INAFIS Polda Kalbar tiba di lokasi kejadian pada Rabu (15/1/2020) langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kerangka.
Kapolsek Sungai Raya, Kompol Ida Bagus G. Sinung menerangkan Ruslan Ali ini merupakan warga Jl Tanjung Raya 1, Pontianak Timur. Kerangka ruslan ditemukan, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dikarenakan lokasi temuan cukup jauh di dalam hutan dan malamnya juga gerimis akibat hujan, maka penelusuran di lokasi keesokan harinya. Kerangka jenazah Ruslan ditemukan dalam posisi terlentang dengan baju kaos masih melekat ditubuhnya.
Kompol Ida Bagus pun membeberkan saat di lokasi kejadian tidak jauh dari kerangka jenazah Ruslin,ditemukan beberapa barang bukti. "Ada kopiah hitam, kain sarung dan celana kolor (CD) di sekitar TKP," jelasnya.

• Muda: Revitalisasi Pasar Keramat untuk Bantu Pedagang
• Pasar Kuala Dua Operasional Pekan Depan, Kadis Minta Pedagang Kompak
• Kematian Ibu di Kalbar Masih Tinggi, Tahun 2019 Capai 113 Kasus

Sebelumnya, keluarga Ruslan telah membuat laporan kehilangan di Polsek Ambawang pada 23 Desember 2019 dan di Polsek Sungai Raya pada 25 Desember 2019. Ruslan dinyatakan hilang sejak Senin (16/12/2019) lalu.
"Kaluarga melaporkan Ruslan meninggalkan rumah dalam kondisi linglung (pikun). Jadi memang sudah ada penyakit itu karena sudah tua," terangnya.
Lebih lanjutnya, jenazah Ruslan ini ditemukan pertama kali oleh Ahmad Rukie, warga pencari madu kelulut.
Saat evakuasi, pihak keluarga maupun warga terlihat berada di lokasi. Proses olah TKP diwarnai dengan pembacaan doa mengiringi kepergian almarhum.
Terlihat istri almarhum Ruslan tak mampu membendung air matanya ketika kerangka jenazah suami dimasukkan ke dalam kantong jenazah perlahan. Sesekali wanita tua renta itu menyeka air matanya, ia pun mencoba untuk tegar dan kuat.
Anak almarhum Ruslan, yakni Sayudi mengatakan memastikan kerangka tersebut adalah orangtuanya.
"Saya pastikan 1000 persen ini adalah orangtua (bapak) saya. Katakanlah beliau ini memang pikun atau hilang ingatan. Jadi ketika beliau menyatakan ingin keluar, maka tidak ada yang bisa melarangnya," ujarnya.
Sayudi menceritakan bahwa orang tuanya itu sering keluar rumah dan biasa ada orang yang mengantarnya pulang ke rumah. Namun kali ini berbeda dan membuat keluarga cemas, kurang lebih sebulan tidak ada kabar.
"Selama 30 hari tidak ada pulang-pulang ke rumah, berbagai macam cara saya mencarinya. Beliau ini sudah pergi dari rumah 16 Desember lalu," tuturnya.