Kematian Ibu di Kalbar Masih Tinggi, Tahun 2019 Capai 113 Kasus

Angka ini makin meningkat dari Tahun 2018 yang hanya 86 kasus kematian ibu.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK/Septi Dwisabrina
Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Bidan-Dukun dan Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (20/11/2019) 

Selain itu meningkatkan kompetensi dari petugas yang menolong persalinan atau yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan ibu hamil misalnya bidan dan petugas gizi.

"Kemudian kita juga memperbaiki sistem rujukan baik dari bidan dan puskesmas maupun rumah sakit rujukan untuk kita perbaiki sistem rujukannya agar bisa melayani secepat mungkin dan seaman mungkin ," jelasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar juga mempersiapkan kelengkapan misalnya peralatan kesehatan juga darah untuk operasi melonong ibu hamil karena banyak yang menderita anemia yang mempengaruhi persalinannya. Jadi kira harus siapkan donor darah.

Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Bidan-Dukun dan Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (20/11/2019)
Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Bidan-Dukun dan Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (20/11/2019) (TRIBUNPONTIANAK/Septi Dwisabrina)

Kemitraan

Akhir tahun 2019 lalu, Dinas Kesehatan Kubu Raya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Bidan-Dukun dan Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

"Tujuan pelaksanaan FGD adalah untuk memperoleh masukan dan informasi mengenai permasalahan dan saran dalam upaya percepatan pengentasan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Kubu Raya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan.

Saran yang diperoleh dari forum diskusi dapat mendukung program terkait yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah. "Saran dan masukan tersebut nantinya dapat memperkuat program yang telah dan akan dilaksanakan, atau bahkan program baru sebagai program inovasi ke depannya," tutur Marijan.

Sementar itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai kesehatan adalah hulu dari masalah tentang sumber daya manusia.

Menurut dia, bagian hulu tersebut penting untuk diperkuat bersama. Terlebih konstitusi negara memberikan tanggung jawab itu kepada pemerintah, yakni tanggung jawab untuk memberikan peluang supaya orang sehat, termasuk janin untuk bisa lahir dengan sehat dan mendapatkan haknya.

"Cukup gizi sehingga itu juga akan memperkuat sumber daya manusia, karena kesempatan itu berada pada posisi ketika ibu mengandung dan pasca melahirkan. Yang itu semua sudah jelas standarnya," katanya.

Muda menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam kebijakan selalu mencari formula strategis yang solutif. Satu di antaranya yaitu melalui program Selasa-Jumat (Salju) Terpadu. Salju Terpadu adalah program untuk mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan, yakni dengan kunjungan petugas kesehatan ke rumah-rumah warga alias sistem jemput bola.

Di mana pada hari Selasa dilakukan pelayanan kesehatan keluarga. Seperti pemeriksaan ibu hamil, balita, imunisasi, pemberian vitamin, KB, kandungan, dan persalinan. Adapun di hari Jumat diberikan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular.

"Kita terbitkan beberapa regulasi langsung untuk bisa membuat supaya semuanya punya perhatian terhadap isu ini. Sehingga hal-hal negatif bisa diminimalkan baik itu terkait dengan angka kematian ibu dan anak, gizi kurang buruk, dan ekses-ekses lainnya," kata Muda.

Muda menegaskan pemerintah daerah komit memperkuat terlebih dahulu cakupan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga, dimana hal itu salah satunya dapat dicapai dengan adanya pemantauan yang maksimal. Karena itu, program Salju dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Karena itu kita juga harus menggeser pola pendekatan dan metode strategi. Sebab kalau mengikuti pola-pola rutinitas dan di zona yang biasa dilakukan, ini tidak akan mengejar dengan masalah yang ada," kata Muda.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved