Induk dan Anak Orang Utan Kembali Diselamatkan di Desa Sungai Awan Kiri

Penyelamatan induk orangutan diperkirakan berusia lebih dari 10 tahun dan bayinya yang berusia 2 bulan ini berjalan dengan baik

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/IAR Indonesia
Orang utan induk dan anak yang diberi nama Qia dan Mama Qia saat dilepas liarkan kembali oleh tim gabungan dari Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I dan International Animal Resque (IAR) Indonesia. 

KETAPANG - Tim gabungan dari Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I dan International Animal Resque (IAR) Indonesia kembali menyelamatkan dan melakukan translokasi induk dan anak orangutan.

Tepatnya di kebun milik warga di Jalan Ketapang-Tanjungpura kilometer 9, tepatnya di Desa Sungai awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, pada Senin (13/01/2020).

Sedangkan jumlah konflik manusia-orangutan di wilayah yang terbakar sejak Agustus 2019 belum juga surut.

Data dari tim Orangutan Protection Unit (OPU) IAR Indonesia menunjukan jumlah konflik yang cenderung naik dari bulan September hingga Desember 2019.

Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan Terusir dari Hutan di Kalbar

Awal tahun ini juga belum menunjukan tanda-tanda konflik manusia-orangutan semakin berkurang.

Laporan mengenai keberadaan orangutan induk dan anak yang diberi nama Qia dan Mama Qia ini didapatkan oleh tim Patroli OPU IAR Indonesia pada 4 Januari 2020.

Tim langsung melakukan mitigasi dengan melakukan penggiringan orangutan kembali ke arah hutan yang tidak jauh dari kebun warga.

Namun pada 8 Januari, tim patroli berjumpa kembali dengan kedua orangutan ini di lokasi yang sama.

Setelah dilakukan survey lokasi, terlihat bahwa hutan yang ada sudah terfragmentasi akibat kebakaran sehingga hutan ini tidak lagi terhubung ke hutan besar.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap dua orangutan ini, tim IAR Indonesia bersama BKSDA Kalbar memutuskan untuk melakukan penyelamatan dan memindahkan kedua orangutan ini ke lokasi yang lebih baik dan aman.

Penyelamatan induk orangutan diperkirakan berusia lebih dari 10 tahun dan bayinya yang berusia 2 bulan ini berjalan dengan baik

Setelah melewati serangkain pemeriksaan medis, dokter hewan IAR Indonesia yang memeriksa kedua orangutan ini menyatakan kedua orangutan ini dalam kondisi sehat.

"Karena kedua orangutan ini sehat dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut, maka kami bersama BKSDA Kalbar memutuskan untuk langsung mentranslokasikan mereka ke hutan Sentap Kancang yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi penyelamatan ini," kata Manajer Lapangan IAR Indonesia, Argitoe Ranting, Rabu (15/01/2020).

Menurut Argitoe, hutan seluas lebih dari 40.000 ha ini dinilai cocok sebagai rumah barunya.

Selain menyediakan ruang hidup yang luas, jumlah jenis pakan orangutan berlimpah dan kepadatan orangutan di dalamnya belum terlalu tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved