Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan di Kalbar

Perubahan iklim yang dialami hampir seluruh permukaan bumi telah menjadikan kondisi cuaca tak lagi bisa diprediksi.

Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan di Kalbar - orang-utan-ketapang-1.jpg
ISTIMEWA/IAR Indonesia
Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan
Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan di Kalbar - orang-utan-ketapang-2.jpg
IAR Indonesia
Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan
Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan di Kalbar - orang-utan-ketapang-3.jpg
IAR Indonesia
Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan

Perubahan iklim yang dialami hampir seluruh permukaan bumi telah menjadikan kondisi cuaca tak lagi bisa diprediksi.

Bahkan, menjadi salah satu faktor utama dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia sejak pertengahan tahun ini.

Berdasarkan laporan Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), kebakaran hutan dan lahan di Indonesia adalah yang terburuk sejak 2015, menghasilkan tidak kurang dari 708 juta ton karbondioksida ekuivalen di atmosfer.

Sebagian besar merupakan hasil dari kebakaran gambut.

Angka ini hampir dua kali lipat emisi karbon yang dihasilkan dari kebakaran hutan Amazon.

Namun, karhutla di Indonesia tidak hanya berpengaruh pada perubahan iklim.

Keanekaragaman hayati hutan rawa gambut Kalimantan juga turut terancam.

Peduli Orangutan, PPO Ajak Untuk Menghargai Hak Asasi Spesies Terancam Punah

Tiga Orangutan Dilepasliarkan di TNBKDS

KISAH Orangutan Bernama Junai ! Mata Kanan Buta, Terjebak di Pohon Tinggi Akibat Karhutla Ketapang

Inilah nasib buruk yang harus dihadapi oleh orangutan, primata ikonik Kalimantan, satu-satunya kera besar yang ada di Asia.

Kebakaran hutan besar-besaran yang menghancurkan hutan di Indonesia pada 2015 mengakibatkan banyak orangutan mati, dan sebagian besar lainnya kehilangan habitatnya, mendorong spesies ini kejurang kepunahan dan memperburuk konflik dengan manusia.

Orangutan yang terdesak keluar dari habitatnya yang hancur memasuki kebun-kebun warga di mana biasanya mereka akan terluka atau bahkan mati karena diserang manusia.

Halaman
1234
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved