Berniat Daki Via Ferrata TWA Gunung Kelam, Inilah yang Harus Diperhatikan
Apalagi, dari sisi sensasi dan keamanan, jauh lebih baik dibanding tangga besi sebelumnya yang sudah karatan.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG - Sejak ada jalur pendakian Via Ferrata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam, jumlah pengunjung yang ingin mendaki batu monolit terbesar di dunia semakin meningkat.
Bayangkan, sejak pertama kali dibuka pada awal Desember 2019 hingga 14 Januari 2020, jumlah pengunjung yang mendaki sudah mencapai 224 orang.
Pendakian Via Ferrata yang baru diresmikan menyedot antusias pengunjung.
Apalagi, dari sisi sensasi dan keamanan, jauh lebih baik dibanding tangga besi sebelumnya yang sudah karatan.
• Pengunjung Daki Via Ferrata Gunung Kelam Capai 224 Orang, Segmen 1 Jadi Pilihan Terbanyak
Ada tiga segmen pendakian yang disediakan oleh pengelola.
Masing-masing segmen, biayanya berbeda.
Segmen tarif dipatok harga Rp 75 ribu rupiah per pengunjung. Segmen 2, Rp 150 ribu.
Segmen 3, Rp 250 ribu rupiah.
Tarif ini belum termasuk tiket masuk kawasan.
Segmen pendakian satu paling banyak diminati.
Selain murah meriah, segmen satu juga paling mudah dijangkau.
Hanya butuh waktu 1 jam, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi Via Ferrata.
Untuk segmen dua dan tiga, tidak banyak dipilih lantaran pengunjung diwajibkan menginap dan dibutuhkan persiapan fisik dan peralatan camping.
Menurut Ketua Tim Pendakian Via Ferrata, Donni Mahyudi Erpah ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh calon pengunjung yang ingin mendaki Via Ferrata.
Selain fisik, juga peralatan camping.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tangga-via-ferrata-jalur-pendakian-baru-di-gunung-kelam-wsh.jpg)