558 Peserta BPJS Kesehatan di Sanggau Ajukan Turun Kelas

BPJS Kesehatan memberikan program Praktis (Perubahan Kelas Tidak Sulit) selama periode 9 Desember sampai 30 April 2020.

TRIBUNPONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sanggau, Dian. 

SANGGAU- Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sanggau, Dian menyampaikan BPJS Kesehatan Kabupaten Sanggau mencatat 558 peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri) yang berasal dari Kabupaten Sanggau telah mengajukan turun kelas.

"Jumlah tersebut terjadi selama periode Desember 2019 sampai dengan 7 Januari 2020.''

''Angka turun kelas oleh peserta JKN-KIS tersebut salah satunya dipicu oleh kesanggupan membayar masyarakat atas penyesuaian iuran per 1 Januari 2020," katanya melalui telpon selulernya, Rabu (8/1/2020).

Saat ini, lanjutnya, iuran BPJS yang bersifat mandiri sebelumnya untuk kelas 3 sebesar Rp 25.500 menjadi Rp42 ribu, Kelas 2 dari Rp 51 ribu menjadi Rp110 ribu dan kelas 1 dari Rp 80 ribu menjadi Rp160 ribu yang pekerja penerima Upah Badan Usaha, batas atasnya naik sebelumnya Rp 8 juta menjadi Rp12 juta.

Penyesuaian Kemampuan Bayar Iuran, 2.364 Peserta BPJS Update Kelas

"Itu batas bawahnya UMK, Sebenarnya sebelum adanya penyesuaian iuran juga terdapat peserta yang turun kelas.''

''Namun kali ini bisa jadi dipicu oleh faktor penyesuaian iuran, sehingga masyarakat sadar dan memutuskan sendiri untuk besaran iuran yang sanggup dia bayarkan setiap bulannya,"ujarnya.

"Akan tetapi jika kita kalkulasikan dari seluruh jumlah peserta segmen PBPU yang turun kelas saat ini hanya 1.18 persen dari total seluruh peserta PBPU Kabupaten Sanggau yang ada yaitu sejumlah 47.064 peserta, "tambahnya.

Dikatakanya, guna mempermudah peserta yang masih ingin melakukan turun kelas, BPJS Kesehatan memberikan program Praktis (Perubahan Kelas Tidak Sulit) selama periode 9 Desember sampai 30 April 2020.

"Dimana terdapat 4 cara diantaranya melalui Mobile Customer Servis (MCS), Call Centre 1500400, aplikasi Mobile JKN, dan terakhir datang langsung kekantor BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota, "jelasnya.

Untuk itulah, Dian mengimbau agar peserta PBPU/Mandiri tetap aktif dalam membayarkan iurannya paling lambat tanggal 10 setiap bulan agar kartu tetap aktif dan dapat digunakan setiap saat. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved