Wabah DBD di Pontianak

Korban DBD Kota Pontianak Meningkat, 2019 Renggut 1 Nyawa

Pada tahun 2019 ini, terdapat satu korban jiwa karena DBD diawal tahun lalu...................

ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr. H. Sidig Handanu Widoyono, M.Kes 

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjelaskan beberapa minggu terakhir kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Pontianak meningkat drastis.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, terdapat tiga korban DBD yang berada di Gang H Sarah, Jalan Sulawesi, Kelurahan Akcaya.

"Minggu-minggu di bulan Desember dan dimulai sejak November lalu, kasus DBD di Kota Pontianak memang mengalami peningkatan,"ucap Sidiq Handanu saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (13/12/2019).

Ia menegaskan dari dinas kesehatan sudah melakukan upaya-upaya terkait pencegahan dan penanggulangan DBD ini.

Beberapa tempat sudah dilakukan fogging, bersama masyarakat juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

BREAKING NEWS - Wabah DBD di Kota Pontianak, Tiga Anak Terserang dan Dilarikan ke Rumah Sakit

"Ini terus kita laksanakan sampai nanti bulan Maret tahun depan. Siklus ini biasanya akan sampai bulan Maret. Bulan Desember ini sudah meningkat korban, datanya ada dikantor," tambah Handanu.

Ia tidak hapal terkait berapa jumlahnya, tapi ia pastikan ada peningkatan terhadap korban DBD.

Setiap ada kasus, ia tegaskan harus dilaporkan, baik dari puskesmas maupun rumah sakit tempat pasien dirawat.
Waktu melaporkan 1x24 jam sehingga dapat ditanggulangi cepat.

Pada tahun 2019 ini, terdapat satu korban jiwa karena DBD diawal tahun lalu.

"Sering saya sampaikan untuk antisipasi, yang harus dilakukan bersama adalah pemberantasan sarang nyamuk yang ada dilingkungan sekitar. Bukan hanya lingkungan didalam rumah, melainkan diluar rumah juga," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved