Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi
Sekarang kita juga sudah ajukan lagi penambahan tapi belum ada info apakah disetujui atau tidak oleh pusat
KUBU RAYA - Memasuki masa bercocok tanam, satu di antara anggota Kelompok Tani (Poktan) Teluk Permai, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sayuti mengatakan jika petani di tempatnya tidak mengalami kelangkaan pupuk. Namun, persoalan yang mereka hadapi dana untuk membeli pupuk.
"Kalau pupuk kita tidak ada kendala. Hanya saja kami kesulitan terkait uang tunai untuk membeli pupuk. Karena kebutuhan pupuk di sini tinggi dan kami masih mengambil di tempat orang lain. Kadang kalaupun kurang, paling 1 ton," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis (5/12).
Sayuti mengatakan, tahun 2020 mendatang Kelompok Tani Teluk Permai akan mencoba menyediakan pupuk sendiri, tanpa melalui pihak lain.
• Petani Resah, Pupuk Subsidi Langka di Sambas Mengancam Pertanian Gagal Total
"Kebutuhan pupuk di Poktan kami, lebih kurang 20 ton. Kelompok kami terkendala biaya saja, kami pun berharap mendapat bantuan pupuk dan bibitnya," ungkap petani sawah ini.
Sejauh ini, jika mengalami kekurangan pupuk, petani tidak pernah mengalami gagal panen. Menurutnya, yang terjadi hanya gagal tanam saja akibat dari faktor alam.
Petani lainnya, Mahdi, mengungkapkan Kelompok Tani Balek Kampong Satu Dua, Sungai Kakap, juga tidak mengalami kendala dalam hal ketersediaan pupuk.
"Tidak ada kelangkaan, karena kios di tempat kami selalu menjual pupuk dan alhamdulillah tersedia," jelas Petani Jeruk Kalimas ini.
Ia juga menuturkan ketersediaan pupuk untuk pertanian di sana sudah terjamin dan di kelompok taninya membutuhkan satu karung untuk per orangnya.
Mahdi berharap tetap ada bantuan dari pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya petani di Kubu Rayan, serta kebutuhan pertanian lainnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Kubu Raya, Raden Muhammad Hamzah, juga mengakui kalau persoalan yang terjadi dalam distribusi pupuk subsidi adalah penebusannya. "Alurnya adalah dari produsen salurkan kepada kios-kios pupuk.
Kita di dinas melakukan pengawasan dan pembinaan. Bukan kami yang menyalurkan pupuk. Jadi petani mengambil pupuk langsung ke kios," jelasnya.
Pupuk yang sudah alokasikan oleh Dinas Peertanian Kubu Raya akan mengalami peningkatan ataupun penurunan, tergantung dari serapan pupuk dari petani Kubu Raya.
"Tahun ini mengalami penurunan, karena kemampuan petani yang semakin kurang dalam menebus pupuk," imbuhnya.
• Hampir 6 Bulan Tinggalkan Keluarga Jalani Pelatnas, Atlet Sambo Kalbar Erik Sumbang Emas SEA Games
Ia pun menerangkan petani tetap harus mengeluarkan uang untuk menebus pupuk subsidi ini. Fakta di lapangan dapat dilihat, petani Kubu Raya kurang berdaya dalam penyerapan pupuk. "Sehingga alokasi pupuk di awal tahun alami penurunan. Dinas pertanian provinsi mengambil kebijakan dengan mengurangi sebagian alokasi pupuk," katanya.
Lebih lanjutnya, ia mengatakan Dinas Pertanian Kubu Raya telah mengajukan penambahan stok pupuk subsidi kepada Dinas Pertanian Provinsi Kalbar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petugas-cek-stok-pupuk-subsidi-dari-pt-petrokimia-gresik-yang-di-distribusikan.jpg)