Hampir 6 Bulan Tinggalkan Keluarga Jalani Pelatnas, Atlet Sambo Kalbar Erik Sumbang Emas SEA Games

Mereka berpesan jangan lupa salat dan berdoa. Selain itu juga telepon kerabat dan sahabat

Hampir 6 Bulan Tinggalkan Keluarga Jalani Pelatnas, Atlet Sambo Kalbar Erik Sumbang Emas SEA Games
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Atlet Sambo asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Erik Gustam berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam SEA Games 2019 Filipina, Jumat (6/12). 

PONTIANAK - Prestasi atlet sambo, Erik Gustam (33) menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, daerah asalnya. Erik bersama timnya mempersembahkan medali emas nomor beregu campuran pada ajang SEA Games Manila, Filipina, Jumat (6/12).

Pada babak final, Indonesia yang diperkuat Desiana Safitri, Erik Gustam, Rio Bahari, dan Emma Ramadinah, berhasil mengalahkan Thailand. Bagi Erik, prestasi ini adalah sejarah sekaligus kebanggaannya sebagai atlet nasional.

"Alhamdulillah saya bersyukur, saya bangga mewakili Kalbar sebagai atlet nasional. Hampir enam bulan menjalani Pelatnas meninggalkan anak istri dan keluarga. Tak sia-sia, terbayar dengan medali emas," ujarnya saat diwawancarai Tribun, Sabtu (7/12/2019).

Ia menyadari, keberhasilan ini bukan semata karena usahanya sendiri. Melainkan berkat kerja keras tim selama latihan, didukung doa keluarga, pelatih dan masyarakat Indonesia, khususnya Kalbar.

Anda Jarang Olahraga, Tips Sehat Ala Bupati Kubu Raya Bisa Jadi Solusinya

Sebelum bertanding, bapak dua anak ini menyempatkan menelepon istri, orangtua, kerabat dan sahabatnya untuk minta doa dan dukungan.

"Mereka berpesan jangan lupa salat dan berdoa. Selain itu juga telepon kerabat dan sahabat," ujarnya.

Prestasi atlet kelahiran Ketapang 10 Januari 1985 ini terbilang sangat luar biasa. Di usia yang sudah cukup matang, Erik bisa mempersembahkan medali emas di SEA Games 2019. Hal ini pun sangat terasa spesial baginya.

"Sangat spesial, karena ini SEA Games pertama saya. Ajang sangat bergengsi karena multi event. Dan saya juga berhasil membuktikan kepada orang-orang yang pernah meremehkan saya, bahkan mengeluarkan saya dari olahraga judo Kalbar, saya buktikan dengan prestasi," ungkapnya.

Erik mengungkapkan suka duka selama menjalani Pelatnas Sambo. Mulai dari beban latihan dan kendala-kendala yang dihadapi, namun akhirnya bisa dilaluinya hingga pertandingan digelar.

"Banyak suka dan duka, dari awal yang sangat berat sekali bagi saya menjalaninya, karena program benar-benar sulit, latihan berat 3 kali sehari. Bahkan saya dianggap lemah sama pelatih fisik," kenangnya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved