Dua Hari Tak Dialiri Air Bersih, Masyarakat Sekadau Gunakan Air Hujan dan Sumur

Meski terbantu dengan adanya mesin air, Emi berharap pipa induk yang rusak parah dapat segera teratasi.

Dua Hari Tak Dialiri Air Bersih, Masyarakat Sekadau Gunakan Air Hujan dan Sumur
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Kondisi tong air yang digunakan Emilia dan tetangganya untuk menampung air, sumur maupun air hujan guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. 

SEKADAU - Masyarakat Kabupaten Sekadau kembali dilanda kesulitan air bersih.

Hal ini dikarenakan rusaknya pipa induk PDAM Sirin Meragun di Kecamatan Nanga Taman akibat diterjang banjir bandang pada Jumat (6/12/2019) malam.

Satu diantara warga Jl. Merdeka Selatan, Kecamatan Sekadau Hilir, Emilia mengaku kesulitan air bersih dan terpaksa harus menampung air hujan dan menggunakan mesin air untuk sumur bor yang telah lama tak ia gunakan.

Meski terbantu dengan adanya mesin air, Emi berharap pipa induk yang rusak parah dapat segera teratasi.

Infrastruktur Kubu Raya Dapat Sorotan, Muda: Air Bersih Baru 17 Persen Terpenuhi

Bukan tanpa alasan, air sumur yang ia gunakan dianggap belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Lantaran debit air yang mengalir perlu ditampung berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ya ini sudah masuk bulan 12 dan untuk saya yang merayakan hari raya natal pasti buat kue. Kalau air nda ngalir kayak gini susahlah mau masak, nyuci, mandi. Apalagi buat kue pasti pakai alat banyak."

"Mau cucinya susah. Air sumur bor itu airnya pelan, terus sedikit, perlu ditampung berjam-jam," ungkapnya.

Ia pun berharap berbagai permasalah yang menyebabkan tidak mengalirnya air bersih dapat segera teratasi.

Hanyutkan Pipa Induk PDAM Sirin Meragun

Halaman
1234
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved