Banjir Landa Dusun Singkuang Daok Sanggau, Rumah 85 KK Terendam dan Akses Jalan Terputus
Saat ini, lanjutnya, masyarakat belum ada yang mengungsi. Ketinggian air sampai hari masih diprediksikan akan naik.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SANGGAU - Hujan deras yang melanda Dusun Singkuang Daok, Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mengakibatkan banjir melanda daerah tersebut, Selasa (3/12/2019).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Bernadus Angoi menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima, Ketinggian air mencapai 1 sampai 1,5 meter.
Dan jumlah KK disana sebanyak 179 KK, Jumlah Rumah terendam sebanyak 85 KK.
• UPDATE Kondisi Terkini Banjir di Boyan Tanjung, Tagana Kapuas Hulu Tinjau Lokasi
"Akses jalan terputus sepanjang 500 meter yang menghubungkan Dusun Singkuang Daok ke arah Desa Bhakti Jaya."
"Ekonomi berjalan normal, Aktifitas kegiatan menggunakan perahu dan anak sekolah SD saat ini masih berjalan," katanya, Selasa (3/12/2019).
Saat ini, lanjutnya, masyarakat belum ada yang mengungsi.
Ketinggian air sampai hari masih diprediksikan akan naik.
Banjir Dusun Lubuk Benuang
Hujan deras yang melanda Dusun Lubuk Benuang, Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mengakibatkan banjir melanda daerah tersebut, Selasa (3/12/2019).
"Ketinggian air yang cukup dalam hingga mencapai pinggang orang dewasa mengakibatkan beberapa ruas jalan tidak bisa dilalui dari Desa Pampang dua menuju Desa Kuala Rosan, sehingga membuat aktifitas warga lumpuh total, "kata satu diantara warga Dusun Lubuk Benuang, Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Agustinus Andi, Selasa (3/12/2019).
Puluhan rumah terendam banjir dengan kedalaman air sekitar 30 senti meter.
"Dan sampai siang ini air tetap bertahan dan tidak ada korban jiwa, "ujarnya.
Untuk itulah, Ia berharap semoga banjir segera surut dan semoga hari ini tidk ada turun hujan lagi."Apabila hujan turun lagi hari ini maka besar kemungkinan air bertambah tinggi,"pungkasnya.
Pasca-banjir yang melanda Kabupaten Sanggau menyisakan kepedihan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana banjir. Menurut Kepala Dinas Kesehatan, dr Jones Siagian M Qih, rawan terhadap penyakit, seperti diare dan kulit.
"Kalau pascabanjir biasanya memang rawan penyakit diare dan gatal-gatal, karena air bersih itu tidak tersedia," ujar Jones, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (7/3/2012).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kondisi-banjir-yang-melanda-dusun-singkuang-daok-kecamatan-meliau.jpg)