Citizen Reporter

Mahasiswa Untan Jelaskan Global Warming Alert, Taris Paparkan Hal Ini

Satu cara untuk meminimalisir ialah dengan cara membangun gaya hidup ramah lingkungan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pertanian UNTAN, Taris Zharfan Mias Embau 

Citizen Reporter
Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Fakultas Pertanian UNTAN, Taris Zharfan Mias Embau

PONTIANAK - Keadaan geografis Indonesia merupakan suatu anugrah Tuhan yang sudah selayaknya dijaga.

Namun, era milenial saat ini manusia yang hakikatnya sudah diberikan akal dan pikiran seakan menutup mata terhadap permasalahan yang sedang terjadi, khususnya isu pemanasan global.

Dikatakan Taris Zharfan Mias Embau, Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pertanian UNTAN, bahwa menurut Natural Resources Defence Council menjelaskan prinsip dasar yang harus diketahui global warming atau pemanasan global adalah suatu kondisi peningkatan suhu rata-rata permukaan lapisan bumi yang disebabkan oleh konsentrasi gas rumah kaca yang berlebihan. Keadaan ini seringkali terjadi dikarenakan ulah manusia yang tidak berwawasan lingkungan.

Pemicu adanya pemanasan global seperti polusi kendaraan berbahan bakar bensin, polusi metana oleh pertanian, perkebunan, dan peternakan, pemborosan energi listrik, pengrusakan hutan, serta pembakaran sampah yang berlebihan.

Golkar akan Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sambas

Pemicu inilah yang menjadi penyumbang terbesar karbon dioksida (CO2) yang dapat memerangkap panas sehingga tidak bisa keluar dari bumi.

Satu cara untuk meminimalisir ialah dengan cara membangun gaya hidup ramah lingkungan.

Menurut Taris bahwa, jika hal ini terus dibiarkan maka akan terjadi kekeringan, penyebaran virus penyakit dan lain-lain yang akan lebih mudah menyerang kita, perlu ada nya tindakkan untuk mengatasi masalah ini agar tidak semakin parah.

"Jika pemanasan global ini semakin parah akan menjadi apa bumi ini ? Perlu kesadaran dari setiap orang agar tidak terjadinya pemanasan global yang semakin parah. Pencegahan yang diperlukan salah satunya ialah mengurangi bahan bakar fosil. Besarnya penggunaan bahan bakar fosil untuk aktivitas manusia pasti dan sudah menyumbangkan peningkatan CO2 di udara," jelas Taris, pada Jumat (29/11).

Lanjutnya dikatakannya, solusi yang paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan reboisasi hutan yang telah rusak sehingga senyawa CO2 tidak meningkat.

Tahun 2020, Forkopimda Keroyokan Sosialisasikan Perbup Tata Cara Pembukaan Lahan

Halaman
12
Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved