Permasalahan Gaji dan Nasib Guru Honorer, Ini Kata Ketua Komisi V DPRD Kalbar

Politisi Partai Golkar ini pun menerangkan, jika pihaknya akan melihat skala prioritas dari persoalan yang ada.

Permasalahan Gaji dan Nasib Guru Honorer, Ini Kata Ketua Komisi V DPRD Kalbar
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wakil Ketua Sementara DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Edy R Yacoub 

PONTIANAK - Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Edy R Yacoub menerangkan jika pihaknya akan mendata dan mengkaji persoalan pendidikan yang ada di Kalbar seperti rendahnya gaji honorer di Kalbar.

Terkait upah maupun gaji, siapapun dan kerja apapun, kata dia, sudah ada standarnya, dan minimal sama dengan UMR.

Walaupun untuk guru honorer, lanjutnya, umumnya gaji bukan dibayar oleh Pemda, namun oleh masing-masing sekolah.

VIDEO: 100 Hari Kerja Kapolres Bengkayang, Polsek Lumar Gelar aksi Kemanusiaan

Oleh karena itu, ungkap Mantan Wakil Wali Kota Singkawang ini, pemerintah daerah baik tingkat 1 maupun 2 sudah harus serius menangani ini.

"Masalah pendidikan, masalah yang utama, walaupun gaji segitu orang masih mau jadi guru, ya tidak boleh begitu, kita harus memperhatikan pengabdi-pengabdi karena ada juga ada keluarga yang untuk dinafkahi," katanya, Kamis (28/11/2019).

"Mesti jadi perhatian kita, nanti di komisi V akan mencari data terhadap guru honorer disetiap daerah, kemudian berapa gajinya, siapa yang membayar gajinya, jika memang memungkinkan dari dana Pemda tentu kita akan perjuangkan itu, komisi V akan berjuang untuk itu," timpal Edy.

Politisi Partai Golkar ini pun menerangkan, jika pihaknya akan melihat skala prioritas dari persoalan yang ada.

"Nanti saya komisi V, kita ingin mencari persoalan pendidikan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten Kota. Dari sekian persoalan yang ditemukan tentu ada skala prioritas untuk diperhatikan, baru dicarikan solusinya," bebernya.

Termasuk, ungkap Edy, pihaknya juga akan melakukan kunjungan kerja pada Kementrian terkait untuk menyesuaikan dengan keadaan di daerah.

Sedang Berlangsung, LIVE Streaming Astana vs Man Utd - Gol Lingard Bawa MU Unggul

"Kita dalam mencari persoalan yang menjadi skala prioritas juga tidak serampangan, kita cari juga persoalan dasarnya menyangkut pendidikan, maka komisi V akan berangkat ke Jakarta untuk kunjungan kerja ke Kementrian Pendidikan untuk mengetahui konsep dan kebijakan Menteri yang baru agar kemudian disesuaikan," ucap Edy R Yacoub.

Selain itu, Long Edy, sapaan akrabnya pun menjelaskan akan mencari solusi terkait dengan permasalahan jarak sekolah oleh murid.

"Menyangkut masalah lain, selain daripada guru juga persoalan murid. Mungkin ada sekolah di sebuah daerah yang jarak tempuhnya jauh, maka harus dicarikan jalan keluar seperti dibangun sekolah unggulan berasrama. Provinsi nanti bisa membangun sekolahnya, dan asrama bisa dibangun oleh Kabupaten Kota," pungkas  Edy R Yacoub.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved