BPKS Singkawang Kritisi Ketidakseriusan Pemkot Singkawang Tangani Karhutla
BPKS kerap kali membantu dalam proses pemadaman Karhutla yang terjadi disejumlah wilayah Kota Singkawang.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINGKAWANG - Ketua Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Dwi Tunggal, Tjhai Nyit Khim mengkritisi ketidakseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2019 di Kota Singkawang.
BPKS kerap kali membantu dalam proses pemadaman Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Singkawang.
Namun bila melihat dari tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi), BPKS hanya melakukan pemadaman kebakaran pada gedung dan pemukiman, bukan lahan.
BPKS hanya membantu proses pemadaman Karhutla.
• Tjhai Chui Mie Akan Prioritaskan BBM Bagi BPKS Tangani Karhutla
Namun kalau sifatnya hanya membantu berartikan sesuai dengan kemampuan.
Hanya saja, masyarakat masih banyak yang belum paham mengenai tupoksi BPKS yang sebenarnya.
"Kami ini ingin membantu pemerintah, tetapi setidaknya pemerintah memberikan perhatian," katanya, Kamis (21/11/2019).
Pemerintah harus merangkul 8 BPKS yang ada di Kota Singkawang.
Para petugas BPKS ini sudah siap, hanya perlu dikoordinir dan diberdayakan.
BPKS sangat membutuhkan bantuan operasional dari pemerintah.
Selama ini untuk menjalankan Tupoksi, BPKS secara mandiri selalu berusaha menyiapkan dana.
Nyit Khim yang akrab disapa Malika ini mendorong dilakukannya Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah dengan BPKS yang ada di Kota Singkawang.
"Untuk ke depan tolong buat MoU, kami 8 Damkar. Tolong libatkan seluruh anggota BPKS di Kota Singkawang dalam Satgas Karhutla," pintanya.
Evaluasi Bantuan Bagi BPKS
Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan selama ini bantuan untuk pemadam kebakaran bersifat dana hibah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-badan-pemadam-kebakaran-swasta-bpks-dwi-tunggal-tjhai-nyit-khim.jpg)