Bawaslu Pontianak Sambangi Polresta Pontianak Kota
Menurutnya kerjasama serta silaturahmi diharapkan dapat terus terjalin antara Bawaslu Kota Pontianak dengan Polresta Pontianak Kota.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Maudy Asri Gita Utami
"Tahun ini kami melakukan inovasi dalam merekrut Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam), menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Socrative untuk menyeleksi para Panwascam," ucapnya.
Dalam rekrutmen tersebut, Bawaslu melakukan tes tertulis yang diadakan bersifat online, hal ini merupakan pedoman yang telah diputuskan oleh Bawaslu RI.
"Jadi adanya pemanfaatan teknologi (CAT), dengan harapan Panwascam kedepannya terbiasa memanfaatkan teknologi informasi," ujarnya.
Mustaan menuturkan, calon pendaftar harus mengerti teknologi, bahkan harus mampu memanfaatkan peran sosial media untuk mengawasi dan mensosialisasikan ajakan untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran Pemilu kepada masyarakat.
"Oleh karena itu, dalam setiap media promosi yang kami publikasikan selalu menyertakan alamat sosial media, serta website," ucapnya.
Dalam hal tersebut jelasnya Mustaan, bertujuan untuk membiasakan Panwascam manfaatkan teknologi informasi yang ada.
"Diharapkan nantinya, setiap pendaftar yang lolos melalui tahapan seleksi dapat memanfaatkan teknologi ,minimal menggunakan berbagai aplikasi pengawasan yang di install di smartphone berbasis Android," ungkapnya.
Pilkada 7 Daerah di Kalbar, Bawaslu RI Minta Masyarakat Tingkatkan Pengawasan
Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar berharap peran pengawasan masyarakat dalam pemilu dapat meningkat, menyusul dengan akan adanya pilkada di 7 daerah.
Hal ini diungkapkannya saat menghadiri sosialisasi pengawasan partisipatif yang dilakukan Bawaslu Kubu Raya dengan kearifan lokal, di Hotel Gardenia Kubu Raya, Rabu (13/11/2019) malam.
"Terhadap proses pilkada di Kalbar kami berharap masyarakat, kita telah melewati pilkada 2018, pemilu 2019 dengan baik, maka kami harapkan dukungan saling menjaga dan melaporkan jika ada dugaan pelanggaran sehingga proses pemilihan yang menjadi kebanggaan dapat terwujud," kata Fritz Edward Siregar.
Sebagaimana diketahui, lanjutnya, fungsi pengawasan bukan hanya dilakukan Bawaslu namun juga bersama rakyat dan komponen masyarakat.
Maka dari itu, kata Fritz, pihaknya melalui Bawaslu Kubu Raya melakukan pertemuan untuk menyampaikan bagaimana prosedur pengawasan terkait dengan hal-hal yang perlu diawasi dalam pemilihan kepada komponen masyarakat.
"Kami harapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika ada konsolidasi yang mungkin terjadi," tutur Fritz Edward Siregar.
Terlebih, kata Divisi Hukum Bawaslu RI ini banyak potensi yang akan terjadi dalam pelaksanaan pemilu.
"Harus kita akui dalam proses pemilihan ada potensi-potensi kerawanan, misalnya potensi money politik dan netralitas ASN sehingga partisipasi kita semua menjadi penting," katanya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jajaran-komisioner-bawaslu-pontianak-saat-bersilaturahmi-ke-kapolresta-pontianak-kota.jpg)