BNN Razia Indekos

BREAKING NEWS - Satpol PP Temukan 3 Orang Positif Narkoba saat Razia di Sanggau

Razia dipimpin Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Sanggau, Wendi Very Nanda.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Wendi
Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, PM, dan BNNK Sanggau saat menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) ke sejumlah kos di Kota Sanggau, Rabu (20/11/2019) malam. Satpol PP Sanggau 

SANGGAU - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, PM, dan BNNK Sanggau kembali menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) ke sejumlah kos di Kota Sanggau, Rabu (20/11/2019) malam.

Razia dipimpin Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Sanggau, Wendi Very Nanda.

Ia menyampaikan, Sebanyak 16 orang yang terjaring razia dalam razia tersebut, termasuk diantaranya pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan.

"Dari 16 orang tersebut, tiga diantaranya positif narkoba. Rata-rata yang terjaring semalam itu di bawah umur "katanya, Kamis (21/11/2019).

Wendy menyampaikan razia yang dilakukan tim gabungan yang dikomando dari Sat Pol PP Sanggau bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit masyarakat.

FOTO: Razia Pajak Kendaraan Bermotor oleh Petugas Gabungan di Jalan Rahadi Osman Pontianak

"Ini juga program rutin dari Sat Pol PP Sanggau. Tujuan kita untuk mencegah terjadinya penyakit masyarakat, Dan untuk menjaga ketentraman dan ketertiban, "ujarnya.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi BNNK Sanggau, Heri Ariandi menambahkan dari 16 orang tersebut terdiri dari 6 orang wanita dan 10 orang pria.

"Kesemuanya terjaring di tempat kost, Semuanya dilakukan tes urin narkoba. Dan didapati 3 orang yang positif menggunakan narkotika golongan Methampetamine dan amphetamin. Inisial NJ, VR dan EG, "katanya.

Ketiganya mengakui setelah dilakukan wawancara singkat.

Sebagai tindaklanjutnya karena yang bersangkutan hanya sebagai pemakai dan pecandu, maka akan dilakukan rehabilitasi.

"Tentunya setelah ada pelimpahan resmi dari Satpol PP Kabupaten Sanggau ke BNN Kabupaten Sanggau, "jelasnya.

Selanjutnya akan kami lakukan assessment untuk mengetahui seberapa parah ketergantungan narkotika dari yang bersangkutan.

"Dan untuk menentukan layanan rehabilitasi yang sesuai bagi yang bersangkutan. Rehabilitasi lebih baik daripada di penjara, "pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved