Alexius Akim Jabat Ketua DPW PSI Kalbar, Ahdian: Sudah Sesuai Mekanisme DPP

Dirinya juga menjelaskan semangat serta dedikasi Alexius Akim selama ini untuk Kalbar akan menjadi panutan seluruh anak-anak muda PSI khususnya.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Demioner Ketua DPW PSI Kalbar Ahdian Noor ST 

Dari foto yang beredar, Alexius tampak menandatangani surat bersama Ketum PSI, Grace Natalie dan Sekjend Raja Juli Antoni.

Alexius tampak mengenakan jaket PSI.

Saat dihubungi, Alexius Akim masih enggan berkomentar lebih banyak.

Ia meyakinkan wartawan dan akan mengungkapkannya di saat yang tepat.

"Saya masih di Jakarta, tunggu waktu tepat, nanti saya hubungi," kata Alexius, Selasa (19/11/2019) malam WIB.

Batal Jadi DPR RI

Sebelum menjabat Ketua PSI Kalbar, berdasarkan pleno awal KPU, sebenarnya Alexius Akim berhak mendapat satu kursi DPR RI dari Dapil 1 Kalbar.

Namun, saat pleno penetapan di KPU RI, PDI Perjuangan memecat Alexius Akim, sehingga kemudian digantikan Maria Lestari.

Dipecat dari PDI Perjuangan, Alexius Akim menegaskan tindakan ini sebagai sebuah kesewenang-wenangan, dan bahkan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

"Oknum DPP PDI Perjuangan telah melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap kadernya sendiri, yaitu saya, Alexius Akim."

"Itu melanggar prinsip demokrasi dan jauh dari nilai-nilai keadilan. Melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)," tegas Alexius Akim berdasarkan rilis tertulis yang diterima melalui kuasa hukumnya, Minggu (01/09/2018) silam.

Ia pun mengungkapkan jika sampai Minggu (01/09/2018), belum menerima surat pemecatan tersebut.

Sehingga proses pemecatan terhadap dirinya merupakan tindakan yang sangat berlebihan dan merendahkan nilai-nilai demokrasi dan mempermalukan orang-orang baik yang ada di DPP PDI Perjuangan.

Tindakan dan perbuatan ini, lanjutnya, diduga mencederai konsep demokrasi bermoral di Indonesia.

Ia pun berharap agar partai politik (Parpol) tidak mengulangi lagi tindakan ini kepada siapa pun karena dinilai sangat tidak manusiawi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved