Setiap Kecamatan di Sintang Tahun Depan Miliki Mesin Portable Pemadam
Ketiadaan Damkar dan alat pemadam, upaya pemadaman api dilakukan secara manual, dan juga mesin genset untuk menyemprot api.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG - Musibah kebakaran datang tak terduga.
Termasuk yang baru saja terjadi di Asrama Pastoran Salib Suci di desa Entogong, Kecamtan Kayan Hulu terbakar, Selasa siang kemarin.
Belum adanya tim pemadam kebakaran dan alat pemadam yang standby di kecamatan menyulitkan upaya pemadaman api, baik saat musim Karhutla, maupun kebakaran rumah.
Seperti saat Asrama Pastoran Salib Suci yang terbakar, Selasa siang kemarin.
• 5 FAKTA Kebakaran Asrama Pastoran - Gunakan Mesin Robin, Bangunan Roboh hingga Rata dengan Tanah
Ketiadaan Damkar dan alat pemadam, upaya pemadaman api dilakukan secara manual, dan juga mesin genset untuk menyemprot api.
Pada saat kejadian, warga sempat melaporkan kejadian tersebut ke Posko Damkar Sintang.
"Ada mereka melaporkan ke posko, tapi terlambat informasinya, Mas," kata Yudius, Kepala Seksi Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sintang kepada Tribun Pontianak, Rabu (20/11).
Yudius membenarkan, di Kecamatan Kayan Hulu--juga kecamatan lain di Kabupaten Sintang--belum ada posko Damkar, seperti yang ada di kota kabupaten.
Pemerintah kata Yudius menyiasati ketiadaan posko Damkar di kecamatan dengan menganggarkan pembelian mesin portable sebanyak 14 unit pada tahun depan.
" Tahun ini kita batalkan tendernya karena takut terlambat distribusinya sehingga kita luncurkan kembali di Tahun 2020."
"Kita sepakati dengan PokJa diluncurkan awal tahun sebelum musim karhutla," ungkap Yudius.
14 unit mesin pemadam kebakaran portabel nantinya akan ditempatkan satu di setiap kecamatan.
Mengenai tenaga, sudah ada beberapa personel Damkar yang dimutasi ke sejumlah kecamatan.
"Satu kecamatan satu unit. Dan mulai kemarin juga anggota Damkar ada yang dimutasikan ke kecamatan seperti Binjai Hulu, Dedai, Sungai Tebelian dan Serawai."
"Mereka sudah dilatih dalam pencegahan dan penanganan kebakaran," ujar Yudius. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak