Daud Yordan Rogoh Kocek Sendiri Biayai Atlet Tinju di Kayong Utara
Sejauh ini, kata Daud, belum ada dukungan berarti dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
KAYONG UTARA - Petinju Daud 'Cino' Yordan merogoh kocek sendiri untuk membiayai pembinaan atlet-atlet tinju seperti Sunardi Gamboa dan Hisar Mawan di sasananya di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Sejauh ini, kata Daud, belum ada dukungan berarti dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
"Dari bangun sasana, beli alat-alat latihan, uang saku mereka setiap minggu dan lain-lain semuanya saya," kata Daud Yordan, Selasa (19/11/2019) malam.
Demikian pula, saat ada pertandingan di luar Kalimantan Barat, Daud seringkali harus membiayai keberangkatan mereka dengan dana pribadi.
• Ini Tanggapan Kuasa Hukum HMU Terhadap Penahanan Kliennya oleh Kejaksaan
Daud mengungkapkan, walaupun pernah ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten, namun jumlahnya tidak setara dengan ongkos berangkat yang diperlukan.
Padahal, mereka setidaknya membutuhkan dana untuk membeli tiket pesawat, akomodasi, vitamin, dan uang saku.
"Kalau beralasan karena amatir profesional, masalahnya profesional di kita ini berbeda. Masih perlu dukungan dari pemerintah," imbuh Daud.
Tunggu Respon Pemprov Kalbar
Petinju Daud 'Cino' Yordan menunggu respons dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait kemenangannya melawan Michael Mokoena di Malang, Jawa Timur, Minggu (17/11/2019) lalu.
Menurut Daud, pasca menang dalam duel perebutan gelar juara dunia kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental itu, belum ada satu pun pejabat dari Pemerintah Provinsi yang menginformasikan bakal ada acara penyambutan kepulangannya.
Padahal, kata Daud, kemenangan itu sekaligus menjadi catatan sejarah bagi dunia tinju Indonesia.
• BREAKING NEWS: Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Hadi Mulyono Upas
Daud adalah satu-satunya petinju Indonesia saat ini yang menyandang tiga gelar juara dunia di kelas berbeda.
Sejauh ini, kata Daud, hanya Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara yang sudah menghubungi dan menyatakan bakal menyambut kepulangannya ke kampung halaman.
"Sampai sekarang hape saya adem-adem saja ndak ada yang menghubungi. Dari kabupaten sudah, tapi yang provinsi diam-diam saja," kata Daud saat dihubungi Tribunpontianak.co.id, Selasa (19/11/2019) malam.
Daud mengungkapkan, sebelum melakoni duel dengan Mokoena, ada banyak pejabat pemerintah, termasuk anggota legislatif yang menyampaikan dukungan bahkan meminta diundang untuk menonton langsung pertandingan.