Gratifikasi Aspirasi Dewan

Ini Tanggapan Kuasa Hukum HMU Terhadap Penahanan Kliennya oleh Kejaksaan

keluarga dari HMU sendiri masih tidak terima atas langkah penahanan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan.

Ini Tanggapan Kuasa Hukum HMU Terhadap Penahanan Kliennya oleh Kejaksaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Kuasa Hukum HMU, Junaidi, SH saat ditemui Tribun dikantornya, Rabu (20/11). 

Ini Tanggapan Kuasa Hukum HMU Terhadap Penahanan Kliennya oleh Kejaksaan 

KETAPANG - Mantan Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Hadi Mulyono Upas (HMU) resmi ditahan setelah ditetapkan tersangka oleh Kejari Ketapang atas perkara kasus dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang dana aspirasi dewan tahun anggaran 2017 dan 2018.

HMU sendiri saat ini dititpkan oleh Kejati Kalbar untuk menghuni Rutan Kelas II Pontianak pada Selasa (19/11/2019) kemarin.

Selaku Kuasa Hukum tersangka, Junaidi, SH saat dikonfirmasi dirinya sangat proaktif atas apa yang dilakukan pihak Kejaksaan baik dari Kejari Ketapang maupun Kejati Kalbar atas langkah penahanan tersebut.

BREAKING NEWS: Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Hadi Mulyono Upas

Menurutnya hal tersebut merupakan kewenangan pihak Kejaksaan.

"Dalam masalah ini saya selaku kuasa hukum tetap proaktif. Dan saya juga menyampaikan kepada klien saya terhadap persoalan ini kita harus proaktif. Supaya proses hukum yang kita lakukan saat ini dapat berjalan sebagaimana mestinya," kata Junadi, Rabu (20/11/2019).

Sementara itu, pihak keluarga dari HMU sendiri masih tidak terima atas langkah penahanan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan.

Namun dikatakan Junaidi, dirinya telah memastikan kalau langkah yang diambil oleh pihak Kejaksaan telah sesuai dengan aturan.

"Terkait masalah respon keluarga, sebenarnya kalau terima atau tidak terima yang jelas jujur saja pasti mereka tidak terima. Yang jelas ini merupakan suatu langkah hukum yang dilakukan pihak Kejaksaan. Kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak dalam masalah ini. Karena mereka (Kejaksaan) melakukan juga sesuai dengan SOP nya," tandas Junaidi

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved