Tuntaskan Kawasan Kumuh, Sutarmidji: Semuanya harus Ikut Bekerja

Kegiatan lokarkarya ini dilaksanakan dalam rangka sinkronisasi penanganan permukiman kumuh.

Tuntaskan Kawasan Kumuh, Sutarmidji: Semuanya harus Ikut Bekerja
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji saat membuka langsung kegiatan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Kalbar yang digelar di Hotel Orcard Pontianak, Senin (18/11/2019). 

PONTIANAK  - Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kalbar menyelenggarakan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Provinsi Kalbar selama dua hari, 18-19 November.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji yang membuka langsung kegiatan tersebut di Hotel Orcard Pontianak, Senin (18/11/2019)

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan Pertemuan kali ini untuk membahas kawasan kumuh perkotaan.

"Kalau Pontianak itu masuk kota ,tadi ada kawasan perkotaan di batas kota. Kalau Pontianak sendiri perkumuhan masih tersisa 4 hektare lebih. Ini satu tahun bisa tuntas dan saya minta itu dituntaskan," terang Sutarmidji.

Gusti Zulkifli Mulki Pertanyakan Data Terkait Kawasan Kumuh Pontianak Masih Tidak Sesuai Dilapangan

Kemudian ia juga akan mengusung kawasan kumuh secara menyeluruh dan detail sehingga bisa disinergikan dengan kegiatan pemprov maupun kabupaten .

"Mereka ngerjakannya harus dikeroyok dan indikatornya harus jelas untuk kawasan bebas kumuh ini apa saja. Jadi semuanya ikut bekerja," imbuh Sutarmidji.

Ia mengatakan bahwa konsep IDM itu sangat bagus ketika satu desa sudah jadi desa mandiri , maka dapat dipastikan desa tersebut tidak ada lagi kekumuhan karena 53 indikator IDM jelas termasuk masalah lingkungan air bersih, sanitasi dan lainnya.

"Itulah yang harus diurus berkaitan dengan program Kotaku .Saya berharap ini di seriusi dan kualitasnya dijaga. Jangan sampai seperti program di beberapa lokasi disitu ada pengelola air bersih dan sekarang sudah tidak berfungai dan itu sayang karena tidak ada yang bertanggung jawab," tambah Sutarmidji.

Khusus Kalau di desa bagusnya ia katakan bahwa hal ini bisa dilakukan oleh kepala desa dengan bekerja bersama dengan Bumdes setempat.

Kegiatan lokarkarya ini dilaksanakan dalam rangka sinkronisasi penanganan permukiman kumuh.

Strategi Kolaborasi Solusi Pemkot Tuntaskan Sisa Luasan Kumuh Kota Pontianak

Halaman
12
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved