Lakukan Aktivitas Hingga Larut Malam, Puluhan Warga Demo di Terminal Khusus Milik 2 Perusahaan

Ia melanjutkan, selama ini aktivitas bongkar muat di pelabuhan milik pengusaha bernama Limkau dan Aweng

Lakukan Aktivitas Hingga Larut Malam, Puluhan Warga Demo di Terminal Khusus Milik 2 Perusahaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Aktivitas bongkar muat pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Dwikora, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat segera selesai untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian Kalbar. 

KETAPANG - Puluhan warga Desa Sukabangun melakukan aksi unjuk rasa di Terminal Khusus (Tersus) milik PT Mega Sari Utama dan PT Berkat Ketapang Lestari (BKL) yang lokasinya bersebelahan di Dusun 2, Desa Sukabangun, Sabtu (16/11/2019) malam

Puluhan warga mendesak pemilik tersus untuk tidak melakukan aktivitas hingga larut malam lantaran mengganggu waktu istirahat masyarakat sekitar akibat kebisingan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dusun 2 Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan, Hendri Mulyono membenarkan kalau puluhan warga disekitar Tersus milik PT Mega Sari Utama dan PT Berkat Ketapang Lestari melakukan unjuk rasa dan memberhentikan aktivitas bongkar muat di dua Tersus tersebut.

"Tadi malam warga sudah lakukan unjuk rasa ke pelabuhan milik PT Mega Sari Utama dan PT BKL, yang jelas warga menuntut perusahaan tidak melakukan aktivitas sampai larut malam," ungkapnya, Minggu (17/11/2019).

FOTO: Pendidikan Kader Partai Demokrat Kalbar

Demokrat Didik Kader Perang Opini Pada Medsos Guna Menangkan Simpati Publik

BREAKING NEWS - Karyawan Hotel Kartika Lakukan Aksi Demonstrasi

Ia melanjutkan, selama ini aktivitas bongkar muat di pelabuhan milik pengusaha bernama Limkau dan Aweng tersebut dilakukan hingga larut malam bahkan biasanya hingga pukul 23.00 Wib, sehingga sangat menganggu warga sekitar yang ingin beristirahat.

"Tadi malam pas demo mereka sedang bongkar muat batu, biasanya bongkar muat CPO, Semen dan barang lain bahkan menggunakan alat berat sehingga tak jarang berisik dan menggetarkan rumah warga sekitar pelabuhan," akunya.

Selama ini masyarakat sudah resah dengan aktivitas hingga larut malam oleh dua Tersus tersebut, untuk itu masyarakat mendesak pemilik Tersus untuk peduli terhadap keluhan masyarakat.

"Tuntutan masyarakat meminta perusahaan untuk melakukan aktivitas hanya sampai pukul 18.00 sore, kalaupun ada keadaan mendesak dipersilahkan melakukan aktivitas hingga pukul 21.00 malam tetapi harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan RT setempat. Selain masyarakat meminta perusahaan tidak hanya beroperasional di sana tetapi meminta CSR untuk masyarakat sekitar," jelasnya.

Hendri menjelaskan, bahwa dirinya juga tidak mengetahui pasti apakah kedua perusahaan memiliki izin resmi terkait bongkar muat lantaran belum pernah melihat izin yang dimaksud, bahkan menurut informasi beredar yang didapatnya izin awal satu diantara perusahaan yakni PT Mega Sari Utama bergerak di bidang perdagangan barang dan distributor sembako.

"Kalau ada bongkar muat barang lainnya, kita juga tidak paham dan tidak tahu bagaimana mekanismenya. Nanti pada Selasa (19/11) kita ada audiensi sama pihak perusahaan kita akan liat seperti apa kesepakatannya kalau tidak ada kesepakatan kita minta instansi terkait turun kelapangan," tegasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved