Prabasa Sebut Penentuan Ketum Golkar Saat Munas Bulan Desember

Golkar merupakan partai berpengalaman, dan banyak pemimpin bangsa di Indonesia dulunya dari dan belajar di Partai Golkar.

Prabasa Sebut Penentuan Ketum Golkar Saat Munas Bulan Desember
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Partai Golkar, Prabasa Anantatur beserta Ketua DPD Golkar Kalbar, Ria Norsan dan jajaran. 

PONTIANAK - Sekretaris Partai Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur mengungkapkan jika penentuan ketua umum akan dipastikan saat musyawarah nasional (munas) Golkar yang direncanakan pada awal Desember tahun ini.

"Dimunas lah baru ketahuan, kalau di rapimas ini sebenarnya melaporkan kegiatan yang sdh dikerjakan sambil mengevaluasinya dan akan di kerjakan kedepan. Terutama menghadapi Pilkada serentak dimasing-masing daerah," katanya, Jumat (15/11/2019).

Selain menyampaikan pandangan umum, Prabasa pun mengatakan dalam rapimnas juga dimungkinkan mengusulkan perubahan-perubahan anggaran dasar rumah tangga, PO atau juklak yang bisa mereferensi untuk dibahas di Munas kedepan.

Sebelumnya, diterangkan Prabasa jika Golkar merupakan partai berpengalaman, dan banyak pemimpin bangsa di Indonesia dulunya dari dan belajar di Partai Golkar.

Golkar Minta Pemda Analisis Potensi Sektor Unggulan

Gelar Yasinan Bersama, Refleksi Introspeksi 55 Tahun dari DPD Partai Golkar Kota Pontianak

Ia pun mengatakan, jika di munas kali ini pemilihan untuk ketua umum dari kader-kader terbaik Golkar hendak bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakad.

"Ini masih berproses, ini baru rapimnas DPD Golkar se-Indonesia nanti pada tanggal 3 Desember baru munas," katanya.

Diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kalbar ini, walaupun Golkar Kalbar mendukung penuh Airlangga Hartanto kembali memimpin, namun ada dari provinsi lain yang mengusulkan lebih dari satu nama.

"Ada yang menyebut terang-terangan nama Airlangga dan ada yang menyebut masih dua nama atau tiga bahkan empat nama untik dicalonkan. DPD yang menyebut nama kedua, rata-rata minta diselesaikan musyawarah," terang dia.

Lebih lanjut diungkapkannya, saat munas nanti, sesorang bisa jadi calon di dalam pemilihaan Ketua harus mempunyai 30 persen dari jumlah pemegang suara.

Pemegang suara tersebut, kata dia, ialah 34 DPD Partai Golkar ditambah ormas pendiri Golkar seperti MKGR, Kosgoro dan Soksi, serta sayap Golkar, seperti AMPG, KPPG, MDI, Satkar Ulama, dan lainnya atau sekitar 42 suara. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved