Golkar Minta Pemda Analisis Potensi Sektor Unggulan

Raperda Kabupaten Sambas terhadap rencana Penanggulangan Bencana Daerah tahun 2020-2024

Golkar Minta Pemda Analisis Potensi Sektor Unggulan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Satu diantara perwakilan anggota DPRD saat menyerahkan berkas pandangan Fraksi-fraksi kepada pimpinan DPRD Sambas, Kamis (14/11/2019). 

SAMBAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas siang tadi melaksanakan Rapat Paripurna untuk mendengarkan pandangan umum dari Fraksi-fraksi terkait tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Sambas.

Adapun tiga buah Raperda yang di bahas pada Rapat Paripurna adalah Raperda Kabupaten Sambas terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Sambas tahun 2020.

Raperda Kabupaten Sambas terhadap rencana Penanggulangan Bencana Daerah tahun 2020-2024 dan Raperda kabupaten sambas terhadap perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta muare Ulakan.

Fraksi PKS Apresiasi Perda BPBD

Fraksi PKB Beri Beberapa Catatan Saat Sampaikan Pandangan di Paripurna DPRD Sambas

DPRD Sambas Mulai Bahas Rencana APBD 2020

Di kesempatan itu, pandangan umum Fraksi Partai Golkar yang disampaikan oleh Bahidin. Ia  mengatakan saat ini harus ada analisis mengenai potensi sektor unggulan Kabupaten Sambas, untuk mengembangkan ekonomi dan investasi daerah.

"Ya, harus diidentifikasi serta menyeluruh dan komprehensif mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi data mengenai sumber pendapatan daerah," ujarnya, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu, mengingat keberadaan PDAM yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Bahidin menuturkan dalam pengolahan PDAM kedepan harus memperhatikan aspek profesionalisme.

Dimana transparansi dan akuntabilitas menjadi sangat penting dari pada PDAM.

Sedangkan untuk Raperda BPBD, ia menegaskan semangat gotong royong perlu ditingkatkan.

"Selanjutnya, fraksi Golkar juga sangat mendorong dibangkitkannya kembali jiwa gotong-royong dalam menghadapi bencana," ungkapnya.

"Kemudian mantapkan kembali tugas pemerintah daerah dalam menambah data-data baru kerawanan bencana. Yang tujuannya adalah untuk melihat apakah ada perubahan titik kerawanan bencana atau tidak," tuturnya.

Untuk diketahui, pada Rapat Paripurna kali ini dihadiri langsung oleh wakil Bupati Sambas Hj Hairiah, dan unsur Forkompimda lainnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved