Andi Tri Saputro: Penegakan Hukum Tidak Pandang Etnis Tertentu

Putro menegaskan, hukum positif bukan persoalan pelaku seorang peladang atau korporasi dalam perkara Karhutla.

Andi Tri Saputro: Penegakan Hukum Tidak Pandang Etnis Tertentu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) pada Kejaksaan Negeri Sintang, Andi Tri Saputro¬† 

SINTANG - Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) pada Kejaksaan Negeri Sintang, Andi Tri Saputro menegaskan hukum positif tidak memandang etnis tertentu.

Termasuk soal penanganan Karhutla yang menjerat enam terdakwa.

“Penegakan hukum tidak berlaku untuk satu etnis tertentu, tapi semua orang yang membuka lahan dengan cara membakar akan dikenakan hukum positif,” kata Putro ditemui di ruang kerjanya pasca sidang enam peladang yang terjerat perkara Karhutla.

Persatuan Peladang Tradisional Dukung Penegakan Hukum Terhadap Pembakar Lahan

17 Perusahaan di Kalbar Disegel Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK

Sunarwan Jabat Aspidsus Kejati Kalbar, Kajati: Pejabat Baru Pelopor Penegakan Hukum

Putro menegaskan, hukum positif bukan persoalan pelaku seorang peladang atau korporasi dalam perkara Karhutla.

Namun, setiap yang berkaitan dengan membuka lahan dengan cara dibakar maka tidak diperbolehkan dan ada hukum positif yang menjeratnya.

“Kita bicara bukan peladang atau petani, kita bicara berkaitan setiap orang yang membakar dengan membuka ladang secara Undang-udang hukum positif, tidak diberolehkan, Artinya, apakah ini berlaku untuk petani atau korporasi, kita sebagai APH di bidang penuntutan, apa yang kita terima limpahan dari penyidik Polri, kita anggap lengkap  baik formil maupun materiil ya kita  sidangkan,” jelas Putro.

Enam terdakwa perkara Karhutla yang didakwa oleh JPU dengan empat dakwaan alternatif.

Mulai dari undang-undang lingkungan hidup, perkebunan dan KUHP.

Dakwaan sudah dibacakan di depan terdakwa, penasehat hukum dan hakim.

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi digelar pada Kamis (21) November mendatang. Putro yang juga JPU atas perkara Karhutla yang menjerat 6 terdakwa memastikan saksi sudah siap untuk membuktikan dakwaan di pengadilan.

“Sudah kita siapkan saksi, satu berkas ada 9-10. Sudah kami berikan surat panggilan sebagai saksi untuk membuktikan di pengadilan terhadap apa yang kita dakwakan,” kata Putro.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved