Tunjangan 70 Persen, BKKBN Kalbar Menuju Zona Integritas
Ia bertekad menjadikan BKKBN Kalbar menjadi wilayah bebas dari korupsi dan juga wilayah bersih melayani.
Penulis: Syahroni | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Inspektur Utama (Irtama), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Agus Sukiswo hadir langsung pada BKKBN Perwakilan Kalbar.
Tujuannya untuk memberikan pengarahan dan pembinaan pada ASN untuk menuju Zona Integritas, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ia menegaskan semua pemerintahan dari kementrian, lembaga harus membangun atau meningkatkan reformasi birokrasi.
Satu diantara reformasi birokrasi itu ada zona integritas.
• BKKBN Kalbar Gelar Pembinaan Pegawai untuk Menuju Zona Integritas
• BKKBN Kalbar Gelar Pembukaan Uji Coba Pendataan Keluarga 2020
Ia bertekad menjadikan BKKBN Kalbar menjadi wilayah bebas dari korupsi dan juga wilayah bersih melayani.
Selangkah lagi BKKBN Kalbar akan menuju ZI, dengan adanya tim penilai ia berharap BKKBN Kalbar yang menjadi satu dari delapan perwakilan ditunjuk dapat ditetapkan ZI.
"Ini all out ya, mulai dari Kepala BKKBN, semua Deputi termasuk saya datang ke sini, karena di Kalbar ini menjadi unit percontohan yang sudah diusulkan pada Kemenpan," ucap Agus Sukiswo saat diwawancarai, Rabu (13/11/2019).
Pada hari yang sama, akan ada penilaian langsung dari Tim Kemenpan RB pada BKKBN Kalbar.
Ia menegaskan semua sudah di persiapkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar sejak lama dan juga di kawal auditor inspektorat.
Semua kementerian dan lembaga negara berlomba-belomba menuju zona integritas yang ditetapkan Kemenpan RB, karena hal itu akan berkaitan dengan besaran tunjangan.
Saat ini ia menyebutkan BKKBN baru menerima tunjangan sebesar 70 persen.
Namun ketika ditetapkan sebagai Zona Integritas WBK-WBBM tunjungan akan meningkat 100 persen.
Sebetulnya cara kerja dan kinerja sudah baik, namun petugas yang ada disebutnya terkadang tidak paham dengan dokumen sehingga menjadi kurang.
Menuju zona Integr harus ada satu persepsi antara pimpinan dan bawahan.
Semua pegawai harus satu persepsi antara atasan dan bawahan. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/irtama-bkkbn-pusat-agus-sukiswo-disampingi-kepala-bkkbn-kalbar-kusmana-as.jpg)