Angka Stunting di Sintang 24 Persen, Kadinkes Imbau Masyarakat Tidak BAB Sembarang

Harysinto Linoh mengimbau kepada masyarakat agar dapat menggunakan asuransi kesehatan BPJS.

Angka Stunting di Sintang 24 Persen, Kadinkes Imbau Masyarakat Tidak BAB Sembarang
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh. 

SINTANG- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-55 tahun 2019 mengmbi tema Generasi Sehat Indonesia Unggul.

Sinto mengatakan, Dinkes lebih menekankan kepada penurunan angka Stunting di Sintang.

“Kita lebih menekankan kepada angka Stunting di Kabupaten Sintang dan juga jaminan kesehatan bagi masyarakat,” kata Sinto, Rabu (13/11/2019).

Askiman Sebut Stunting dan JKN Isu Utama yang Harus Diselesaikan

Akia: 2020 Masih 11 Desa Perlu Penanganan Serius Entaskan Stunting

Menurut Sinto, satu di antara faktor yang menyebabkan tingginya angka stunting di Sintang adalah lingkungan yang kurang baik.

Misalnya kebiasaan masyarakat BAB sembarangan.

“Untuk penurunan angka stunting, salah satu faktor yang mempengaruhi angka stunting yakni BAB sembarangan, makanya Stop BAB sembarangan, maka angka stunting bisa turun."

"Saat ini saja, Stunting di Sintang sudah di angka 24%, target kita harus bisa menurunkan hingga 18% bahkan 16%,” ujarnya.

Terkait dengan Jaminan Kesehatan Nasional, Harysinto Linoh mengimbau kepada masyarakat agar dapat menggunakan asuransi kesehatan BPJS.

“Kita menghimbau kepada masyarakat, untuk segera menggunakan asuransi kesehatan BPJS, bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, silahkan langsung mendaftar, semua masyarakat harus memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS,” pesan Sinto. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved