Akia: 2020 Masih 11 Desa Perlu Penanganan Serius Entaskan Stunting

Saat ini Akia menjelaskan masih ada 11 desa yang menjadi perhatian serius untuk penanganan stunting.

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Kadis P3AKB Ketapang, Akia. 

Akia: 2020 Masih 11 Desa Perlu Penanganan Serius Entaskan Stunting

 KETAPANG - Kepala Dinas Sosial, Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Ketapang, Akia menjelaskan pada tahun 2020 mendatang Ketapang bebas dari stunting.

Akia menegaskan pihaknya bersyukur mendapat perhatian serius dari BKKBN Kalbar yang turun langsung dari desa kedesa untuk memberikan sosialisasi bagaimana mengasuh anak, pemenuhan gizi serta pemberian ASI eksklusif hingga dua tahun.

Selain itu, upaya dalam mengentaskan stunting oleh Pemkab Ketapang dengan menekan angka kemiskinan.

Saat ini Akia menjelaskan masih ada 11 desa yang menjadi perhatian serius untuk penanganan stunting.

Baca: Rekonstruksi Pembunuhan Kepsek Mensiap Baru Segera Digelar

Baca: Dorong Sutarmidji Cari Solusi Gas 3 Kg Langka, Martinus Sudarno: Jangan Hanya Ngomel Dikoran

"Pada 2020 mendatang, ada 11 desa yang menjadi target kita tuntaskan dari stunting," ucap Akia saat sosialisasi materi dan media KIE PRO PN dalam rangka penurunan stunting di Desa Alam Pakuan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kamis (31/10/2019).

Ditegaskan Akia Pemerintah Kabupaten Ketapang serius dalam penanganan stunting. Bahkan ia menyampaikan ingin adanya pencanangan Kampung KB dari BKKBN tahun 2020 mendatang, tapi program itu sudah tidak adalagi. Dengan dicanangkan Kampung KB, Akia menegaskan apabila dicanangkan sebagai Kampung KB maka mendapat intervensi dari semua pihak.

Baca: TMMD Terlaksana, Pemerintah Kubu Raya Apresiasi Dua Target Pembangunan Tercapai

"Salah satu penyebab stunting di Ketapang memang faktor kemiskinan. Kita untuk mengentaskan stuntingnya maka dengan peningkatan perekonomiannya," jelas Akia.

Program peningkatan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh Pemkab Ketapang, dengan sasarannmasyarakat yang berpenghasilan di bawah satu juta perbulan.

"Bantuan yang diberikan dalam bentuk usaha ternak bersama, seperti sapi, kambing, ayam, bebek dan bagi yang non muslim diberikan ternak babi. Bantuan diberikan perkelompok berjumlah sepuluh KK dan besarannya Rp20 juta," tegasnya.

Intervensi program peningkatan ekonomi terbukti berdampak positif bagi warga yang selama ini masuk kategori miskin. Kemudian dengan peningkatan ekonomi memberikan dampak terhadap pola asuh anak yang semakin baik serta pemenuhan gizi keluarga.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved