Wawancara Eksklusif

Mundur dari Demokrat, Deddy Mizwar Gabung Gelora

Kemudian, setelah ini ada penjelasan dari ketua yang ditunjuk oleh inisiator untuk memimpin sampai nanti ADRT.

Tayang:
Editor: Jamadin

Kita perlu tidak membentuk partai baru. Karena tidak gampang kan bikin partai. Banyak muncul dan tenggelam.

Karena kemarin banyak juga partai baru, yang tidak lolos parliamentary threshold. Karena ada perubahan yang tidak diantisipasi. Setiap perubahan harus ditangkap.

Perubahan ke arah mana. Apa harapan dari masyarakat. Jangan sampai titik nadir, masyarakat kecewa terhadap kehadiran partai.

Mereka punya harapan, karena kelompok menengah yang semakin luas, mereka punya partisipasi. Ini paradigma yang segera direaktualisasi.

Tribun: Apa perubahan yang paling mendasar?
Nah ini panjang penjelasannya, nanti saja. Biar ketua yang menjelaskan.
Tribun: Siapa yang memberikan nama Partai Gelora?

Rembukan dari inisiator, tadinya Garbi. Apakah Garbi jadi partainya Garbi, ataukah Garbi dari organisasi masyarakat jadi partai baru yang bernama lain. Jadi memang panjang ini cerita bukan sebentar. Bahkan jauh sebelum pemilihan presiden. Sejak 2017an. Yang intens 2018.

Inisiator itu 11 orang. Kalau saya kan' cuma memahami ke mana arahnya.

Tribun: Tokoh-tokoh dari partai politik lain?
Banyak. Cuma tidak harus datang pada hari ini.

Tribun: Dari Demokrat?
Banyak juga dari Demokrat. Dari partai lain juga banyak. Yang memiliki kesadaran bahwa memang ada paradigma baru yang harus diantisipasi.

Kalau tidak akan ditenggelamkan oleh arus baru tadi. Banyak contohnya saat ini, di dunia industri apapun.

Misal Nokia tenggelam. Partai-partai lama pun juga suram.

Ada yang terlempar. Karena ada perubahan yang tidak disadari. Dan gelombang ini akan menenggelamkan bagi mereka yang tidak cepat beradaptasi dengan cepat dan tepat. Kayak orang bener ye gue ngomong ye he-he.

Tribun: Anda sendiri kenapa memilih Partai Gelora tidak partai politik besar lain, seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, dan lain-lain?

Karena itu tadi, memang ini mengantisipasi perubahan tadi. Kemudian juga bagaimana mengaktualisasi partai untuk masyarakat apa sih manfaatnya sekarang.

Jangan-jangan sekarang sudah sampai titik nadir orang tidak percaya lagi pada partai.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved