Wawancara Eksklusif
Mundur dari Demokrat, Deddy Mizwar Gabung Gelora
Kemudian, setelah ini ada penjelasan dari ketua yang ditunjuk oleh inisiator untuk memimpin sampai nanti ADRT.
Kaum menengah yang semakin luas, ada paradigma baru yang harus dibangun. Untuk menuju harapan-harapan mereka terhadap sebuah partai. Jadi bukan hanya mengeksploitasi masyarakat untuk kepentingan partai, tapi partai yang harus memperjuangkan kepentingan rakyatnya.
Saya kira ini perlu disadari. Ada perubahan-perubahan siklus 20 tahunan, yang kalau kita tidak beradaptasi dengan cepat, dan tepat, maka arus gelombang itu akan menenggelamkan. Sudah banyak terjadi.
Oleh karena itu, saya mendukung sebuah visi dan misi arah baru ini yang memang dibutuhkan oleh bangsa ini ke depan. Oleh masyarakat kita.
Mudah-mudahan konsisten. Persoalannya kan' konsistensi. He-he, arahnya betul, konsistensinya.
Saya kira ini perlu kita kawal. Jadi masalah pindah partai, bukan masalah hal yang luar biasa. Biasa kan'.
Tribun: Inisiator itu ketua umum?
Inisiator, bukan deklarator. Pertama kalinya menunjuk ketua. Nanti. Kita belum tahu.
Karena bukan posisi saya di mana, tidak penting itu, tapi yang jelas partai baru ini, membawa arah baru, dan kita lakukan perjalanan baru mencapai visi tersebut. Itu yang penting.
Kebersamaan itu yang penting. Bukan masalah jadi apa.
Tribun: Partai Gelora dasarnya agamis atau nasionalis?
Saya kira semuanya, dua-duanya. Kalau cuma itu, ceruknya sama. Tidak berubah. Harusnya lebih luas.
Karena kaum menengah kita semakin besar, yang juga pemikiran soal demokrasi semakin tajam.
Dan partisipasi mereka di bidang politik juga semakin tinggi. Jadi saya kira arah itu akan disampaikan oleh ketua yang terpilih nanti.
Tribun: Awal mula Partai Gelora?
Partai Gelora Indonesia ini, dimulai sebelum ada Garbi. Muncul Garbi, saya ketemu dengan Pak Anis Matta, Pak Fachri Hamzah, dan teman-teman di dalam suatu penggagas, inisiator.
Kira-kira ke mana. Bukan tiba-tiba, sekonyong-konyong ini.
Memang perlu lahirnya sebuah partai baru, yang memiliki visi baru, yang paradigmanya juga berbeda karena ada perubahan yang cukup signifikan di siklus 20 tahunan sejak 1998 sampai sekarang 2019.
Tribun: Diskusi pembentukan Partai Gelora itu sudah lama?
Oh iya, sudah lama banget. Ini lahir karena adanya perubahan, penelitian tentang perubahan apa yang terjadi di masyarakat.