FPPD Gelar Kegiatan Ngopi Millenial

Dan itu juga harus di sadari pemerintah untuk bisa dirangkul agar bisa berkontribusi dalam membangun daerah.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAWAN GUNAWAN
Foto bersama penyerahan plakat penghargaan kepada pemateri oleh Founder FPPD Kabupaten Sambas, Pahmi Ardi, Jum'at (8/11/2019). 

FPPD Gelar Kegiatan Ngopi Millenial

SAMBAS - Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) mengadakan agenda launching kegiatan pertama di Kabuapten Sambas.

Kegiatan tersebut, tersebut diisi dengan diskusi Ngopi (Ngobrol Pintar) yang bertemakan "Kolaborasi Milenial Dalam Membangun Daerah".

Adapun narasumber yang di undang dalam acara tersebut terdiri dari Disparpora yang diwakili oleh Kabid Kepemudaan Abdul mu'in, anggota DPRD Sambas Eko Suprihartino, Wakil Ketua KNPI Provinsi Kalbar Wahyu Hidayat dan Presedium KAM Poltesa oleh aan Sumantri sebagai perwakilan elemen pemuda sambas.

VIDEO: Kebakaran di Siantan Renggut Nyawa Lansia, Ini Keterangan Anak Korban

Kongres NasDem, Sy Abdullah Alqadrie Singgung Hubungan dengan Partai Luar Pemerintah Hingga Anies

Kegiatan yang di laksanakan di cafe eighteen sambas pada jumat (8/11) malam itu di sambut meriah oleh Milenial Sambas.

Pahmi ardi selaku Founder Forum Pemuda Peduli Daerah mengatakan bahwa Forum Pemuda Peduli Daerah adalah forum diskusinya pemuda minenial.

"Saya bersama dengan tim FPPD membentuk FPPD dengan tujuan bagaimana bisa menghidupkan forum-forum diskusi ala milenial untuk semua kalangan elemen masyarakat di Kabupaten Sambas.  Dengan harapan dapat membangkitkan jiwa responsibiliti masyarakat untuk sama-sama membangun daerah," ujarnya, Jum'at (8/11/2019) malam.

Dengan mengkolaborasikan peran Milenial diharapkan dapat dan mampu menjadi kekuatan baru bagi Sambas.

Dan itu juga harus di sadari pemerintah untuk bisa dirangkul agar bisa berkontribusi dalam membangun daerah.

Mau Jadi Pahlawan Masa Kini, Berikut Pesan Bupati Jarot

"Kemudian kita berharap FPPD ini bisa menjadi penyeimbang dalam arus demokrasi di Sambas, serta juga kita berharap pemerintah harus menyadari bahwa kehadiran pemuda atau generasi Millenial harus di libatkan dalam membangun daerah," jelasnya.

Ia menegaskan, saat ini pemerintah harus berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak pemuda terutama dalam upaya menunjang pembangunan di daerah.

"Pemerintah harus punya komitmen yang tidak hanya wacana dalam melibatkan pemuda untuk ikut serta dalam konteks membangun daerah," katanya.

"Minimal ya di saat pembahasan musayarah rencana pembangunan daerah, kegiatan-kegiatan pemerintahan dalam bentuk pengabdian pemuda juga harus di libatkan," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved