Wacana Anggota DPR Maju Pilkada Tanpa Mundur, Pengamat Nilai Munculkan Pragmatisme Elitis

Konsistensi aktor politik dalam fungsinya akan menentukan kemajuan demokrasi yang kita pilih.

Wacana Anggota DPR Maju Pilkada Tanpa Mundur, Pengamat Nilai Munculkan Pragmatisme Elitis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Pengamat Politik Untan Ireng Maulana 

News Analysis
Pengamat Politik Kalbar
Ireng Maulana

Wacana Anggota DPR Maju Pilkada Tanpa Mundur, Pengamat Nilai Munculkan Pragmatisme Elitis

PONTIANAK - Publik sesungguhnya memerlukan konsistensi yang baik dari para anggota parlemen yang terpilih paska pemilu 2019 untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka di gedung parlemen sesuai masa jabatan, tanpa harus tergiur untuk mencoba keberuntungan elektoral di kursi eksekutif daerah.

Menjadi anggota parlemen seharusnya menjadi komitmen sepenuh hati karena kompetisi yang telah dilalui untuk mencapai posisi ini juga berat, memerlukan pengorbanan dan tidak mudah.

Menjadi anggota parlemen sama pentingnya seperti menempati posisi kepala daerah dalam kepentingan untuk bekerja demi kemajuan bersama sama sebagai anak bangsa.

KPU Pastikan Anggota DPR Harus Mundur Jika Maju Pilkada

Satar Minta Media Umumkan Anggota DPRD yang Tak Hadir Paripurna dan Hanya Makan Gaji Buta

Pandangan umum bahwa menjadi kepala daerah akan lebih terpandang dan lebih berkuasa daripada anggota parlemen sepenuhnya keliru.

Justru menjadi anggota parlemen adalah fungsi strategis yang dapat membela kepentingan publik secara kongkrit, dan bersentuhan langsung dengan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat secara luas karena anggota parlemen adalah saluran aspirasi bagi kemaslahatan umum.

Jalan politik yang dipilih oleh seorang politisi etikanya tidak dalam standar ganda yang gamang untuk ingin menjadi apa saja dan ingin posisi mana saja yang menguntungkan.

Sikap ingin berkuasa tapi tanpa mau memikul resiko kehilangan posisi lamanya sama saja akan melahirkan lebih banyak lagi pragmatisme elitis yang hanya peduli dengan posisi dan jabatan, dan menyebabkan hilangnya kepercayaan publik.

Konsistensi aktor politik dalam fungsinya akan menentukan kemajuan demokrasi yang kita pilih.

Atas dasar konsepsi ini, maka tidak diperlukan upaya apapun untuk memberikan fasilitas dan kemudahkan bagi sebagian aktor politik yang sudah sejak awal memilih menjadi anggota parlemen untuk merambah keberuntungan menjadi kepala daerah.

Idealnya, mereka harus komit pada jalan parlemen, dan bersikap fair ketika gagal dikompetisi kepala daerah dengan mundur sebagai legislator.

Demokrasi memastikan bahwa aktor politik terdidik untuk bersikap dalam pilihan jalan politiknya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved