Kejari Pontianak Tetapkan Satu Tersangka Pada Kasus Korupsi Rekening Dewan Pembina FK Untan

Ia mengatakan, tersangka berinisial FF tersebut merupakan pegawai salah satu bank yang saat ini masih dalam tahap pemeriksaan oleh pihaknya

Kejari Pontianak Tetapkan Satu Tersangka Pada Kasus Korupsi Rekening Dewan Pembina FK Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kasipidsus Kejari Pontianak, Juliantoro SH 

Kejari Pontianak Tetapkan Satu Tersangka Pada Kasus Korupsi Rekening Dewan Pembina FK Untan

PONTIANAK - Kejaksaan Negeri Pontianak telah menetapkan satu nama tersangka dalam kasus perkara rekening dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang melibatkan oknum pejabat bank.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro.

Ia mengatakan, tersangka berinisial FF tersebut merupakan pegawai bank yang saat ini masih dalam tahap pemeriksaan oleh pihaknya.

"Untuk perkara rekening dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan sudah sampai tahap pemeriksaan tersangka atas nama FF," ujarnya, Rabu, (6/11/2019).

Baca: Lakukan Banyak Kegiatan Bermanfaat di Masyarakat, Mahasiswa Ners FK Untan Tutup Acara Praktik Stase

Baca: Kasus Korupsi Klaim Asuransi Rp 4,7 Miliar, Kejari Pontianak Berharap Bisa Langsung P21

Baca: Dukung Transparansi, Tribun Pontianak-Stranas KPK Sinergi Cegah Korupsi di Kalbar

Juliantoro mengatakan, dalam pemeriksaan tersangka FF, yang bersangkutan belum didampingi oleh Penasehat Hukum, meskipun komunikasi dengan penasehat hukum tersangka sudah dari jauh hari dilakukan oleh pihaknya.

"Untuk itu kita masih berikan kesempatan kepada tersangka untuk menunjuk sendiri penasehat hukumnya pada pemeriksaan selanjutnya Senin depan. Apabila tidak menunjuk penasehat sendiri, maka penyidik kejaksaan akan menunjuk penasehat hukum yang akan mendampingi tersangka dalam pemeriksaan di tahap penyidikan," jelasnya.

Juliantoro juga mengatakan, penanganan perkara korupsi ini atas tersangka FF dengan objek yang sama, saat ini juga sedang dilakukan penyelidikan oleh penyidik Polda Kalbar.

Seperti diketahui, Kejari Pontianak saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap seorang oknum pejabat bank yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dana bantuan keuangan, atau bantuan sosial pada dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Kasus penyelidikan tersebut bermula saat dari tugas dan kewenangan dasar sebagai eksekutor dalam penanganan perkara korupsi.

Khususnya dalam hal ini adalah penanganan perkara atau eksekusi dalam perkara atas nama terpidana Zulfadhli, di mana sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) ada barang bukti berupa uang sebesar Rp 1,2 miliar yang harus dikembalikan kepada Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved