Mapolres Sintang Dipadati Ribuan Masyarakat, Kapolres: Mau Nangis, Nanti Dibilang Cengeng

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi tak banyak memberi sambutan pada Tablig Akbar yang digelar di Mapolres Sintang

Mapolres Sintang Dipadati Ribuan Masyarakat, Kapolres: Mau Nangis, Nanti Dibilang Cengeng
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Kapolres Sintang, AKBP1 Adhe Hariadi memberikan sambutan tablig akbar digelar di Mapolres Sintang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun 1441 H, dan syukuran atas selesainya pengamanan pemilu 2019. 

Mapolres Sintang Dipadati Ribuan Masyarakat, Kapolres: Mau Nangis, Nanti Dibilang Cengeng

SINTANG - Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi tak banyak memberi sambutan pada Tablig Akbar yang digelar di Mapolres Sintang, Minggu (3/11).

Padahal, sang Ajudan sudah menyerahkan lembaran teks yang harusnya dibaca saat memberi sambutan sebelum acara puncak dimulai. Namun, Kapolres mengabaikan teks tersebut.

"Ini terlalu panjang. Saya sebentar saja. Nanti biar Pak Ustad yang memberikan tausiah yang panjang," kata Adhe.

Tak banyak yang disampaikan Kapolres. Kurang dari hitungan lima menit.

Baca: Ribuan Masyarakat Padati Mapolres Sintang

Baca: Didesak untuk Tegas Terhadap Korporasi, Begini Jawaban Kasat Reskrim Polres Sintang

Baca: Sepekan Operasi Zebra Kapuas, Polres Sintang Tilang 604 Kendaraan

"Saya bahagia bisa melihat ribuan hadir di Polres Sintang," kata Kapolres.

Momentum ini kata Adhe sangat jarang terlihat. Apalagi dipadati oleh ribuan masyarakat.

Saking banyaknya antusias masyarakat yang ingin mendengarkan tausiah Ustad Dr. Das'ad Latif, tempat yang disediakan tak cukup menampung banyaknya jamaah. Bahkan ada yang mendengarkan ceramah dari luar pagar.

"Bergetar rasanya hati ini, mau nangis nant dibilang cengeng. Jarang Polres Sintang dihadiri ribuan orang. Ini baru pertama kali," kata Adhe terharu.

Tablig Akbar digelar Polres Sintang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun 1441 H, dan syukuran atas selesainya pengamanan pemilu 2019.

Menurut Kapolres, kegiatan ini juga keinginan masyarakat.

"Masyarakat minta supaya Polisi jangan hanya bia merazia di Polres. Sekali sekali datangkan ustad," ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved