Bupati Atbah: Masyarakat harus Bangga Berbahasa Indonesia

Untuk itu, ia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan bahasa di Kabupaten Sambas.

Bupati Atbah: Masyarakat harus Bangga Berbahasa Indonesia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menerima kamus Bahasa Indonesia, dari kepalaBalai Bahasa Kalimantan Barat, Senin (4/11/2019) di aula Keberkatan Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas. 

Atbah : Masyarakat harus Bangga Berbahasa Indonesia

SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan, masyarakat Sambas harus bangga berbahasa Indonesia.

"Kita harus bangga berbahasa Indonesia. Oleh karenanya bahasa kita harus di asah dan di latih. Karena ada kecenderungan diantara setiap kita yang tidak bisa sempurna dalam berbahasa Indonesia," ujar Atbah, Senin (4/11/2019).

Menurut Atbah, penggunaan bahasa itu juga bisa di pengaruhi oleh kecenderungan atau asal usul seseorang.

"Karena bisa saja terpengaruhi oleh baground atau kecenderungan dirinya bahkan daerah asalnya. Oleh karenanya, kita harus bisa berbahasa Indonesia baik dan benar. Bukan cuma dalam ucapan, tapi juga dalam menulis," jelas Atbah.

Baca: Konsep Membangun Desa Sutarmidji Diapresiasi Menteri Abdul Halim Iskandar

Baca: Pihak BPN Belum Mengetahui Persoalan Terkait Adanya Ahli Waris Yang Akan Melaporkan

"Oleh karenanya, banggalah berbahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa kita," sambungnya.

Untuk itu, ia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan bahasa di Kabupaten Sambas.

Maka akan bisa meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Sambas.

"Mudah-mudahan dengan terus diberikan penyuluhan bagaimana pengguna bahasa yang baik. Maka penggunaan bahasa Indonesia kita semakin baik dan benar serta bisa meleburkan jiwa kita," tegasnya.

Ia menceritakan, pada zaman sahabat Nabi Muhammad, atau tepatnya dimasa Umar bin Khattab ada seorang ahli bahasa tapi tidak digunakan dengan baik.

"Sebab ada orang di zaman sahabat Umar bin Khattab. Dia ahli bahasa tapi gemar mencela, mudah-mudahan semakin baik bahasa kita maka juga akan memperbaiki moral kita," tuturnya.

"Karena hari ini Hoax dan ujaran kebencian sangat masif. Yang kerjaannya adalah membicarakan orang, memfitnah, menyebarkan berita bohong dan menjahatkan orang lain," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved