Miliki Produk Pangan Unggulan, Bank Indonesia Yakin Mentonyek Bisa Lepas Status Desa Tertinggal

Dengan memiliki produk pangan unggulan bahkan tak tanggung-tanggung dari produk hulu hilir dari Mocaf ini sudah ada disini, maka ini jadi nilai plus

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Manager Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Bank Indonesia Kalbar Djoko Juniwarto, bersama anggota Kelompok Wanita Tani Baras Baru serta para tamu dan undangan yang menghadiri panen raya singkong Mocaf, di Desa Mentonyek Kabupaten Landak, Selasa (29/10/2019). 

Miliki Produk Pangan Unggulan Mocaf, Bank Indonesia Yakin Desa Mentonyek Bisa Lepas Status Desa Tertinggal 

LANDAK - Desa Mentonyek terletak sekitar 129 km dari ibukota Kabupaten Landak. Desa bagian dari Kecamatan Mempawah Hulu ini memiliki produk kebanggaan yakni Tepung Mocaf.

Lewat upaya dan kerja keras anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Baras Baru, Mocaf ini bahkan telah disulap menjadi makanan atau cemilan. Seperti rempeyek, stick bawang, hingga kue lapis pelangi.

Jika dahulunya, semua ini dibikin dengan bahan dasar tepung terigu, maka kini cukup dengan mocaf yang mereka produksi sudah bisa.

Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun Kabar Duka Datang dari Timnas U-16, Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

Baca: Apresiasi Pengungkapan Miras Selundupan, Satar: Patut Dapat Reward

Manager Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Bank Indonesia Kalbar Djoko Juniwarto berharap Anggota KWT Baras Baru bisa terus berkarya dengan produk unggulan mereka yakni Mocaf Tubikha.

"Ibu-ibu harus percaya diri dengan produk ini. Nanti di depan rumah Bu ketua pasang plang menjual tepung Mocaf, jadi biar orang-orang tahu di Desa Mentonyek penghasil Mocaf. Siapkan juga meja etalase di depan guna memajang produk tepung yang akan dijual. Apalagi tepung yang dihasilkan sudah memiliki kemasan yang bagus," ujar Djoko.

Dia juga menyoroti soal Desa Mentonyek yang masih berstatus sebagai Desa Tertinggal. Menurutnya dengan memiliki produk pangan unggulan bahkan tak tanggung-tanggung dari produk hulu hilir dari Mocaf ini sudah ada disini, maka ini akan menjadi nilai plus untuk desa memenuhi satu di antara indikator agar bisa melepaskan status desa tertinggal.

Pemerintah memang menggalakan pengembangan komoditas pangan di pedesaan. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian desa untuk bisa keluar dari desa tertinggal.

"Memang indikator untuk bisa lepas dari desa tertinggal itu banyak sekali. Tapi dengan punya produk pangan unggulan ini saja nilainya sudah plus. Inilah kontribusi kecil dari Bank Indonesia untuk membantu desa ini bisa keluar dari status desa tertinggal menuju Desa Maju dan kelak bisa menyandang Desa Mandiri," jelas Djoko.

Djoko menjabarkan untuk pengembangan Mocaf di Mentonyek lewat program sosial Bank Indonesia sudah tuntas dilaksanakan. Ke depannya, sangat dimungkinkan jika Bank Indonesia ingin melanjutkan program lainya dalam bentuk klaster ataupun membuat Local Economic Development (LED).

"Hanya saja untuk LED ini perlu keterlibatan pemerintah daerah juga," sampainya.

Kasi Distribusi dan Harga Pangan Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Lilis Silvia, menjelaskan kegiatan pengembangan Mocaf ini bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.

Nah, caranya dengan peningkatan produktivitas lewat pemakaian benih unggul dan penggunaan pupuk berkualitas. Tapi upaya peningkatan produktivitas tanpa diiringi dengan diversifikasi pangan tidak akan berhasil.

Baca: Satgas Bikin Warung Waspada Investasi

Baca: Tak Hanya Fintech Peer to Peer Lending, Satgas Bidik Gadai Swasta Ilegal

Menurut Lilis diversifikasi artinya ada penganekaragaman pangan, ini berarti tidak hanya beras yang tersedia.

"Kalau di Mentonyek ini ada Manggala atau ubi lokal, ada jagung bahkan jengkol. Makanya ayo manfaatkan pangan ini untuk mengurangi konsumsi beras," kata Lilis.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved