Midji Nilai Sistem Penghitungan Buta Aksara di Kalbar Tidak Valid
Menurutnya, harus ada sinkronisasi data agar dapat menjadi acuan dalam menghitung persentase angka buta aksara di Kalbar.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Midji Nilai Sistem Penghitungan Buta Aksara di Kalbar Tidak Valid
KUBU RAYA- Buta aksara masih menjadi persoalan di Kalimantan Barat (Kalbar) dan harus diatasi, melalui perhitungan data.
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji menilai sistem perhitungan aksara tidak valid.
"Data ini tidak jelas. Ketika disandingkan dengan data Dinas Pendidikan (Diknas) menggunakan data catatan sipil, persentasenya itu jauh dibanding data statistik," bebernya, Rabu (30/10/2019).
Baca: IPM Kalbar Peringkat 29, Sutarmidji Terus Dorong Peningkatan Melek Aksara
Baca: Harris Iskandar Soal Angka Buta Aksara: Bukan Sekadar Membaca dan Menulis, Namun Skill
Menurutnya, harus ada sinkronisasi data agar dapat menjadi acuan dalam menghitung persentase angka buta aksara di Kalbar.
"Selain itu, jumlah data statistik dan Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) perbedaanya capai 3 persen. Sepanjang data tidak sesuai, maka tidak ada data yang valid," ujarnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/akli-2.jpg)