Breaking News:

Kontribusi PAD Terhadap APBD Masih Rendah, Pemkab Ketapang Genjot dari Kelapa Sawit

Kontribusi terbesar masih bersumber dari dana perimbangan sebesar 72, 23 persen dan kontribusi lain-lain pendapatan daerah.

TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Bupati Ketapang, Martin Rantan saat mendatangani kesepakatan bersama dengan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan perusahaan swasta untuk meningkatan PAD melalui potensi Kelapa Sawit, di Hotel Borneo Ketapang, Selasa (29/10/2019). 

Kontribusi PAD Terhadap APBD Masih Rendah, Pemkab Ketapang Genjot dari Kelapa Sawit

KETAPANG - Pemerintahan Kabupaten Ketapang kini tengah menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari potensi perkebunan kelapa sawit.

Dengan banyaknya manfaat, kelapa sawit dinilai memiliki potensi yang sangat besar.

Guna mendongkrak PAD tersebut, Pemkab Ketapang melakukan kesepakatan bersama dengan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan perusahaan swasta di Borneo Emerald Hotel, Selasa (29/10/2019).

Baca: Bupati Jarot Dorong Perusahaan Sawit Miliki Sertifikat RSPO

Baca: Belum Memenuhi Target Murni, PAD Kabupaten Sintang Mengalami Peningkatan

"Kesepakatan ini dalam rangka optimalisasi peningkatan penerimaan pendapatan melalui kesepakatan Produksi, Proteksi, Inklusi (PPI) dan percepatan pembangunan dan pengembangan ekonomi Kabupaten Ketapang berbasis agroindustri, khususnya perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan," papar Martin.

Martin menjelaskan sasaran dari kesepakatan bersama tersebut diantaranya adalah meningkatkan hasil produksi minyak sawit berkelanjutan di Kabupaten Ketapang hingga 30 persen yang berasal dari perkebunan swasta dan kebun sawit petani mandiri.

"Selain itu kerjasama ini juga akan meningkatkan legalitas tahan petani sawit mandiri hingga 50 persen," lanjutnya.

"Meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah melalui deviden badan usaha milik daerah dan meningkatkan penerimaan pendapatan desa melalui bagi hasil dan badan usaha milik desa," sambung Martin.

Kesepakatan tersebut juga akan akan mendukung program sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan (RSPO/ISPO) bagi petani sawit mandiri yang memasok Pabrik Kelapa Sawit (PKS)  yang bersertifikat RSPO/ISPO dan Pabrik Kelapa Sawit Mini (PKSM).

Ke depan PKSM juga diharapkan mampu mengantongi sertifikat RSPO/ISPO.

Bupati Ketapang Martin Rantan memaparkan sejauh ini, kontribusi PAD terhadap pendapatan APBD 2018 masih relatif rendah yakni diangka 8, 98 persen.

Kontribusi terbesar masih bersumber dari dana perimbangan sebesar 72, 23 persen dan kontribusi lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 18,78 persen.

Pada kegiatan yang dihadiri seluruh jajaran Pemkab dan Forkopimda Kabupaten Ketapang serta pimpinan perusahaan tersebut juga diluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Pendapatan Daerah (SIPPD) dan Aplikasi Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB). (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved