Pengamat : Kesampingkan Ego Sektoral Dalam Pembentukan AKD

Proposional ini sangat penting karena Fraksi PKB dari partai-partai gabungan yang merupakan representasi dari wakil masyarakat

Pengamat : Kesampingkan Ego Sektoral Dalam Pembentukan AKD
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Pengamat Politik Untan Yulius Yohanes 

Pengamat : Kesampingkan Ego Sektoral Dalam Pembentukan AKD 

PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Yulius Yohanes berharap dalam pembentukan dan penunjukan AKD DPRD Kalbar mengesampingkan ego sektoral.

Berikut penuturannya.

Dalam rangka mempersiapkan kinerja DPRD berdasarkan amanah UU  Nomor 23 tahun 2014 tentang AKD yang terdiri dari komisi, badan musyawarah, badan pembentukkan perda, badan kehormatan dan anggaran harus bisa dipersiapkan dan dipertimbangkan secara proporsional dan akuntanbilitas sebagai lembaga Dewan Perwakilan Rakyat untuk mewujudkan percepatan tujuan yang ingin oleh publik. 

Baca: Tutup Rangkaian Kegiatan HSN, Ini Pesan Sekda Ketapang pada Para Santri

Baca: Nahkodai Tim Futsal Kalbar, Naim : Pemain Mesti Kerja Keras

Proposional ini sangat penting karena Fraksi PKB dari partai-partai gabungan yang merupakan representasi dari wakil masyarakat di wilayah pemilihannya dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari anggota DPRD maka sepatutnya harus di perhatikan dan dikasi satu komisi  untuk menjaga solidaritas dalam internal DPRD untuk kepentingan yang lebih besar bagi kepentingan bangsa dan negara.

Jangan muncul ego sektoral partai politik yang dapat menimbulkan perpecahan yang merugikan semua pihak dan ini harus diminimalisir untuk kemajuan bersama atas kepentingan bangsa dan negara. 

Oleh karena itu upaya kongrit DPRD  sebagai lembaga yang dapat mewujudkan harapan dan keinginan masyarakat sebagai bentuk pertanggung jawaban lembaga dewan yang terhormat kepada publik.

Baca: Prabasa Harap Penempatan Posisi di AKD Utamakan Musyawarah

Dalam menentukan komisi-komisi sebagai AKD perlu kebijakkan ketua dan unsur pimpinan di DPRD untuk dapat memutuskan secara tepat siapa-siapa yang pantas dan tepat untuk menduduki Komisi-komisi sesuai dengan nilai kompetensi yang dimiliki anggota Dewan  sesuai dengan menperhatikan dan mempertimbangkan aspek-aspek manajerial dari sisi kecerdasan emosional, karakter, intelejensia serta nilai yang komprensif dalam menunjang kinerja Dewan yang ingin direalisasikan atau dicapai kedepan.

Ketua beserta unsur pimpinan DPRD dapat membangun komunikasi organisasi yang lebih intens dan lebih baik dalam membangun hubungan yang serasi dan harmonis untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sinergisitas dalam membangun kinerja Dewan dalam membentuk Komisi sebagai AKD yang handal dan berfungsi dengan baik sangat diperlukan untuk menjawab tantangan kedepan sebagai bentuk kenerja dewan yang betul-betul untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam peningkatan kesejahtraan.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved