Buka Festival Tenun Ikat di Museum Kapuas Raya, Sekda: Sudah Beberapa Kali dapat Penghargaan

Tenun ikat Sintang sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah antara lain, warisan budaya tak benda, Upakarti,

Buka Festival Tenun Ikat di Museum Kapuas Raya, Sekda: Sudah Beberapa Kali dapat Penghargaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
LIHAT PENENUN: Sekda Sintang, Yosepha Hasna dan sejumlah tamu undangan melihat proses penenun di Museum Kapuas Raya 

Buka Festival Tenun Ikat di Museum Kapuas Raya, Sekda: Sudah Beberapa Kali dapat Penghargaan

SINTANG -Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membuka kegiatan Festival Tenun Ikat yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang di Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Putussibau, Rabu (23/10/2019) pagi.

Selain Festival Tenun Ikat, akan ada juga seminar International tekstil tahun 2019 yang akan diselenggarakan, Kamis (24/10/2019) besok. 

Ada sejumlah pembicara dari berbagai negara untuk mengisi seminar International Tekstik, di antaranya: Itie Van Hout (Belanda), Mohd Ardhih Bin Pidih (Sabah-Malaysia), Joanna Datuk Kitingan (Sabah-Malaysia) dan Sugiman Karyareja (Indonesia). Seminar akan dimulai pada pukul 08.00 WIB di Gedung Pancasila Sintang.

Baca: Masyarakat Terhibur Dengan Karnaval Tenun Lunggi

Baca: TMMD ke -106, TNI Bangun Pos Kamling di Desa Manua Sadap

Beberapa pembicara seminar International juga sudah hadir pada pembukaan Festival Tenun Ikat yang dibuka langsung oleh Sekda Sintang, Yosepha Hasnah. Di hadapan para undangan, Yospeha membanggakan tenun ikat Sintang sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah.

“Tenun ikat Sintang sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah antara lain, warisan budaya tak benda, Upakarti,” kata Yosepha bangga.

Pelaksanaan Festival Tenun Ikat dan seminar International Tekstil yang digelar oleh Pemkab Sintang disebut Yosepha sebagai upaya untuk pengembangan objek pokok kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-undang nomor 5 tahun 2017.

Yosepha berharap, kedepan event seperti ini dapat menjadi agenda tahunan Disdikbud Kabupaten Sintang dengan mengundang turis mancanegara. “Sehingga memiliki multiplier effect terhadap pemberdayaan para penenun dan khususnya masyarakat kabupaten sintang, dari berbagai sektor,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar mengungkapkan, kegiatan festival dan seminar bertujuan untuk pelestarian budaya dan pengembangan tenun ikat, sekaligus  pemajuan objek pokok kebudayaan yang ada di Kabupaten Sintang.

Dalam festival ini, juga akan diselenggarakn berbagai jenis perlombaan, mulai dari  lomba Puak Kumbu, pewarna alam, lomba Puak Kumbu pewarnaan kimia, Fashion show anak, desain kosut bagi penenun.

Baca: Ketua DPRD Sintang Dorong Pemerintah Perhatikan Potensi Wisata Danau

“Peserta lomba dari desa dan kecamatan yang merupakan sentra pengerajin tenun ikat. Unsur juri lomba dari belanda, sabah dan pontianak. Tidak ada dari Sintang,” ungkap Lindra.  

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved