Robo Robo Desa Kakap Pertahankan Tradisi Menolak Bala
Perhelatan pekan budaya robo-robo di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Rabu (23/10), dihadiri langsung Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Didit Widodo
"Dari zaman nenek moyang kita, sampai sekarang kita terus memperingati budaya ini," ujarnya.
Pada hakekatnya, ritual ini diselenggarakan untuk memohon doa kepada Allah SWT, agar dihindarkan dari segala marabahaya.
Lebih lanjutnya, ia menuturkan awalnya ritual ini digelar untuk menyambut Opu Daeng Manambon dari Kerajaan Matan (Tanjungpura) datang ke Mempawah untuk menyebarkan agama islam.
"Sampai sekarang kita masih memperingati ini dari nenek moyang kita Daeng Manambon," terangnya.
Menurutnya, dalam memperingati robo-robo ini tidak ada doa khusus yang dipanjatkan.
"Kita tulis nama nabi di daun juang, kemudian kita bacakan doa selamat tolak bala saja," jelasnya.
Kemudian dibacakan Salawat Nabi dan doa rasul agar diberikan keselamatan di dunia maupun akhirat. "Keterkaitan dengan agama islam, sangat kuat dan kental dalam robo-robo ini," ucapnya.
Adapun tepung tawar, dilambangkan sebagai peneduh hati dan kalbu. Serta mendindingkan segala yang menggoda, bahkan menepis segala yang berbahaya.
Bagi masyarakat biasa budaya robo-robo dilaksanakan hanya dengan melakukan kegiatan membaca doa tolak bala dan dilanjutkan dengan makan saprahan atau makan bersama di luar rumah. Selanjutnya, Ia pun berpesan, agar tradisi dapat terus dirawat dan tidak hilang dimakan zaman.
"Harus terus dilestarikan, jangan sampai hilang," pungkasnya.