Pengamat Untan Nilai Ada Beberapa Nama Tokoh Kalbar Cocok Jadi Menteri Jokowi

Kita percaya, presiden akan memilih putra terbaik bangsa untuk menjadi pembantu-pembantunya dalam struktur kabinet

Pengamat Untan Nilai Ada Beberapa Nama Tokoh Kalbar Cocok Jadi Menteri Jokowi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat FISIP Untan, Dr. Erdi M, Si 

Pengamat Untan Nilai Ada Beberapa Nama Tokoh Kalbar Cocok Jadi Menteri Jokowi

PONTIANAK - Pengamat FISIP Untan, Dr. Erdi M, Si menilai jika sebenarnya ada beberapa tokoh alternatif yang bisa menjadi menteri Jokowi di jilid II.

Hal ini, lanjutnya, lantaran untuk daerah pemilihan Kalimantan Barat dalam Pilpres 2019 yang lalu dimenangkan oleh Jokowi. 

Seperti diketahui, hasil Pilpres 2019 untuk Pasangan O1: Jokowi – Ma’ruf Amin memperoleh sebanyak 1.707.441 suara; sementara jumlah pasangan 02: Prabowo-Sandi adalah 1.260.433 suara; sehingga persentase 01 adalah 57.53% dan 02 adalah 42.47%.  

Rincian kemenangan hasil Pilpres itu, pasangan Petahana 01 unggul di 10 kabupaten/kota, dan empat daerah lainnya dimenangkan oleh pasangan O2 Prabowo. 

Baca: Legislator Kalbar Kecewa Tak Ada Wakil Kalimantan Jadi Menteri

Baca: Gelar Operasi Zebra Kapuas 2019 di Kapuas Hulu, Berikut Sasarannya!

"Semestinya Kalbar mendapat jatah kursi satu manteri karena telah menang dalam Pilpres 2019 dan juga pada Pilpres 2014 yang lalu," katanya, Rabu (23/10/2019).

Diterangkannya, tredapat beberapa nama yang memang santer dibicarakan publik Diantaranya adalah Cornelis, Oesman Sapta Odang, Sy Abdullah Alqadrie hingga Lasarus. 

Namun, keempat nama di atas juga dikritisi habis-habisan sehingga plus minus menjadikan Presiden sulit untuk memilih satu dari empat nama di atas. 

"Kita perlu menyodorkan alternatif lain untuk posisi Menteri dari Putra Kalbar. Nama-nama yang dapat kita sodorkan antara lain adalah kaum akademisi, diantaranya Prof. Dr. H. Chairil Effendy, MS dan Prof Dr. H. Eddy Suratman, MA yang telah lolos sebagai formatur penyusun pertanyaan dalam debat presiden; termasuk juga penulis yang pernah dihubungi KPU Pusat untuk siap menjadi penyusun pertanyaan debat presiden putaran kelima untuk bidang politik," jelasnya.

Walaupun memang, diakuinya, semua itu adalah hak prerogatif Presiden yang tidak diharapkan untuk dintervensi. 

"Kita percaya, presiden akan memilih putra terbaik bangsa untuk menjadi pembantu-pembantunya dalam struktur kabinet," kata Erdi.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved