Travelling Nyaman, Belanja Aman by DJBC Kalbar
Pengenalan sosialisasi seperti ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar menaati aturan dan sistem yang berlaku.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Travelling Nyaman, Belanja Aman by DJBC Kalbar
PONTIANAK- Mengusung program Costums Goes To Campus, ke Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Direktorat Jenderal Kantor Wilayah Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Barat dan KPPBC TMP B Pontianak berpartisipasi dalam memberikan informasi terkait Bea dan Cukai kepada mahasiswa dan mahasiswi Polnep.
Bertajuk Travelling Nyaman Belanjaan Aman, pemahaman itu diberikan guna meningkatkan kesadaran serta aturan pada mahasiswa yang sering berbelanja lewat jasa titip (jastip) yang memiliki bea dan cukai.
Kabid Fasilitas Kapabeanan Kanwil Ditjen Bea Cukai Kalbagbar, Johansyah mengatakan kegiatan ini sebagai pengenenalan segala aturan terkait bea cukai kepada para anak milenial supaya tahu aturan yang sebelumnya tidak di ketahui oleh para mahasiswa.
Baca: DJBC Kalbar Beri Informasi Pada Mahasiswa Terkait Pengenalan Aturan Bea Cukai
Baca: DJBC Kalbar dan KPPBC Pontianak Gelar Acara Costums Goes To Campus Polnep
"Kita sosialisasiakan terutama kepada anak milenial yang suka jalan ke luar negeri agar mereka tau barang yang bisa di bawa dan di laporkan dan ketika sedang melakukan perjalanan agar tidak bermasalah," ujarnya, Minggu (20/10/2019).
Mengenai kegiatan tersebut, tujuan utama kegiatan ini adalah sosialisasi dan membuka diskusi tanya jawab serta para mahasiswa dapat mengakses melalui web bea cukai agar tidak tertipu oleh oknum yang mengatas namakan bea cukai.
"Sekarang lagi ngetren jasa titipan barang (Jastip) seperti membawa Iphone 11, tas branded dan lainnya. Mereka biasanya menyuruh teman membawanya supaya tidak membayar pajak. Sekarang terus kita lakukan monitor untuk menangkap agar mereka membayar pajak," ujarnya.
Jadi, ia melanjutkan, jika tidak melaporkan, maka akan dikenakan sanksi seperti barang yang akan ditahan sampai diberikan pembayar.
Ia juga mengatakan untuk di Kalbar ada beberapa kasus yang sering tidak sesuai prosedur pengirimannya seperti jastip.
Dalam pengertian disini, ada aturan yang diperbolehkan membawa barang dari luar negeri seperti handphone atau tablet dengan maksimal pembawaan dua unit saja, permainan anak, maksimal lima unit, serta barang Larangan dan Pembatasan (Lartas) seperti hewan dan tumbuhan yang dilindungi agar tidak sembarang untuk dibawa tanpa ada izin melapor terlebih dahulu.
Pengenalan sosialisasi seperti ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar menaati aturan dan sistem yang berlaku.
Ketentuan ini juga sudah berlaku dengan undang-undang yang telah ditetapkan, seperti pasal 14 ayat (1) PMK tentang ketentuan impor barang kiriman atau ketentuan barang kiriman yang kena cukai.
Selain di kampus, Direktorat Jenderal Kantor Wilayah Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Barat juga akan mengadakan festival di perbatasan bersama anak sekolah perbatasan.
"Supaya mereka di perbatasan juga tau barang apa saja yang bisa di bawa agar tidak bermasalah. Hal ini kita lakukan juga untuk menjaga perekonomian dalam negeri supaya tidak anjlok," ujar Johansyah.
Ia melanjutkan, akan banyak manfaat yang didapatkan oleh para mahasiswa yang hadir dan bisa kembali membagikan infonya kepada teman lain yang tidak bisa hadir.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini juga, para mahasiswa akan tau apa yang harus mereka lakukan ketika akan bepergian ke luar negeri dan hendak kembali ke sini dengan membawa barang- barang dari luar negeri," pungkasnya.
Ahmad Tuflihun,
Jurusan Elektro, di Polnep
@ahmadtuflihun
Durasi Terlalu Cepat
Ilmu yang didapat lumayan berguna untuk pemahaman saya jika nanti berpergian, tapi masih ada yang ingin saya tanyakan. Sesi pertanyaannya kurang lama sehingga saya masih butuh informasi lanjutnya.
Alvian Teddy Cahya Putra
Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknik Informatika, Polnep
@_alvxyz
Terhindar dari Penipuan
Dari acara customs goes to campus, saya mendapatkan pengetahuan mengenai bea dan cukai, mulai dari ranah kerja, daerah kerja, sejarah, dan tips-tips untuk mengetahui tindak penipuan yang sering terjadi. Ilmu dan tips-tips tersebut sangat berguna saat Masyarakat yang keluar negeri agar tidak melanggar aturan yang telah di tetapkan, dan saya juga akan membagikan ilmu ini kepada teman-teman saya agar tidak kebingungan saat pertama kali keluar negeri, dan terhindar dari penipuan.
Dita Maulidya Aryani
Jurusan Akuntansi, Prodi D3 Akuntansi, Politeknik Negeri Pontianak
@ditamaulidya
Tambah Pengalaman
Saya senang ilmu semakin bertambah, saya memang sudah tau kalau memang ada larangan tertentu dari barang bawaan yang boleh dan tidak boleh, namun kegiatan ini juga membuka wawasan saya terhadap barang yang kena cukai dan tidak.
Rezi Arya Wardana
Jurusan Administrasi Bisnis, Polnep
Ilmu yang saya dapat itu cukup banyak dari bea cukai, seperti apa itu arti dari bea dan arti cukai, lalu tugas dan fugsinya seperti mengawasi arus lalu lintas barang.
Lainnya lagi mengenai barang pribadi penumpang yang tidak kena pajak itu dibawah USD 500.
Kami juga sempat membagikan ilmu yang kami dapat ke kawan kelas kami keesokanya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/costums-goes-to-campus-di-kampus-polnep-scvsdvf.jpg)