Workshop Guru, Ajakan Untuk Menerapkan Bahan Ajar Lingkungan Hidup di Sekolah-sekolah

Setidaknya 62 orang guru yang terdiri dari perwakilan guru dari sekolah-sekolah yang ada di dua Kecamatan di Kabupaten Kayong Utara

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara materi pelatihan yang diberikan dalam workshop yang digelar Yayasan Palung dan bekerjasama dengan Pemda setempat. 

Selanjutnya mereka mempresentasikan dan semua kelompok berkesempatan untuk memberikan masukan kepada masing-masing kelompok saat memprentasikan hasil temuan mereka saat melakukan pengamatan pada saat fieldtrip (kunjungan lapangan) kemarin, terkait keanekaragaman hayati.

Adapun yang menjadi bahan diskusi adalah media pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru pada masing-masing sekolah dan apa saja yang bisa dilakukan untuk memperkayanya.

Kemudian ada kolam ide dimana guru-guru dapat menuangkan ide, rencana, dan pendapat terkait dengan proses belajar mengajar yang kreatif dan menyenangkan untuk kemudian dipandu oleh fasilitator menemukan cara baru yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing.

Sedangkan tujuan dari pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam beberapa hal, antara lain adalah; Menggali ide kreatif dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitar lingkungan sekolah dan kabupaten sebagai media dan bahan belajar bersama siswa dan guru.

Menciptakan sarana ataupun wadah belajar yang kreatif dan menyenangkan.

Menjadi ajang komunikasi tentang peran serta aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup antar sekolah di kabupaten Kayong Utara. Selain itu juga memperbaharui energi para guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Direktur Yayasan Palung, Victoria Gehrke mengatakan,

“Yayasan Palung bekerja untuk mendidik dan membangun kesadaran disemua tingkatan sistem pendidikan secara mendasar untuk mengubah pemahaman dan perilaku terhadap orangutan dan satwa liar di kawasan Gunung Palung yang liar dan unik. Kami sangat berterima kasih bahwa begitu banyak sekolah dan guru dapat berpartisipasi dalam pelatihan tersebut dan kami bekerjasama dengan Yayasan ASRI. Saya juga berharap dapat menindaklanjuti dengan bagaimana mereka berhasil menerapkan materi, konsep dan teknik baru dalam kurikulum mereka," kata Victoria.

Sebagai pemateri dalam kegiatan pelatihan guru adalah Mas'ud Effendi dari Lembaga Baktiku untuk Negara (BAUNG) Pasuruan.

Hari terakhir kegiatan, mereka diajak untuk menyusun dan membuat rencana tindak lanjut (RTL) agar menerapkan hasil pelaihan berupa bahan ajar lingkungan hidup di sekolah-sekolah.

Semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari para peserta.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved